Kamis, April 15, 2010

kesalahan dalam berbisnis

Berbisnis atau berwirausaha itulah tujuan saya nantinya. Darah dari orang tua yang memang seorang wirausahan menurun kepadaku maskipun saat ini saya masih menjadi pekerja biasa disuatu perusahaan swasta di Jakarta.

Ya saya akui, memiliki minat dan bakat dalam membuka bisnis. Kemampuan dalam menjual sudah teruji saat menjadi sales dulu,kemampuan promosi sudah terlatih saat bekerja di kalbe sebagai tim promosi. Sifat pemimpin terlatih juga saat berorganisasi baik di kampus ataupun masyarakat. Dan lain sebagainya. Bisnispun sudah saya mulai sejak kecil hingga kuliah. Namun saat diJakarta ini, entah krn blm mengetahui daerahnya, saya blm berbisnis, padahal berbisnis itu membuat kita kaya. Bisa membuat lapangan utk kawan2 kita yang belum bekerja.

Buku-buku bahkan seminar dan dialog tentang bisnispun sudah diikuti. Ide-ide bisnispun bermunculan,akan tetapi pertanyaannya kenapa hingga saat ini belum juga terwujud? Apakah karena trauma atas kegagalan bisnis yang sudah dilalui? Ketakutan akan kerugian yang akan ditanggung lagi seperti saat itu, yang menguras tenaga, pikiran dan tidak sedikit uang yang harus ditanggung.

Entahlah. Meskipun berbisnis sudah tidak asing, namun kegagalan-kegagalan ini membuat sedikit trauma tersendiri. Bahkan keluarga dan sahabat menyarankan agar saya tidak berbisnis terlebih dahulu utk beberapa waktu. Mungkin mereka kasihan dengan kondisi saya yang berada di bawah dan sedang menjadi seseorang yang hanya memiliki harta 'nol' bahkan kadang 'minus'.haha

Akan tetapi dalam buku harian saya selalu saya tulis pengalaman kegagalan-kegagalan,sehingga bisa dievaluasi apa kesalahannya? Apa yang dibutuhkan saat ini dll? Ya saya tidak akan mundur. Kalo kata mario teguh, kita membutuhkan kesalahan untuk mencapai kualitas hasil yang lebih tinggi. Terimalah kemungkinan akan adanya kesulitan, masalah dan kesalahan. Jika kita bersungguh-sungguh bekerja keras, sebetulnya juga sedang bersungguh-sungguh menyediakan kesempatan bagi timbulnya kesalahan.

Timbulnya kesalahan dan kegagalan adalah tanda diperlukannya cara-cara yang lebih baik. Bahkan àϑá pepatah mengatakan "melakukan kesalahan bahkan kegagalan dalam melakukan sesuatu yang berguna adalah lebih baik daripada tidak pernah salah karena tidak melakukan apapun".

Saya dalam membuka bisnis, tidak pernah hati-hati dan teliti, hanya analisa simple,jika pasar bagus,produk bagus,langsung berani jalan saja dah!! Haha tertanya gagal. Akan tetapi tidak sedikit pula kawan yang sangat teliti,hati-hati membuat bisnis plan,perencanaan matang melakukan analisa dan review berulang-ulang tetapi tidak berani memulai karena takut gagal. Sepertinya saya butuh partner yang seperti itu ya.hehe

Ya saya mengerti sekarang, tak perlu risau jika mengalami kegagalan. Semua pengusaha sukses pernah mengalaminya. Bedanya dg mereka yang tidak sukses adalah mereka selalu cepat melompat ketika terjatuh. Pelajari kesalahan secara sungguh-sungguh hingga perbaikan diwaktu berikutnya lebih bermakna.

Saat di Purwokerto beberapa waktu yang lalu, Saya terinspirasi dg ponakan yang masih berusia 9 bulan, dia tidak menangis saat jatuh dalam berlatih berdiri dan berjalan. Dia mencoba,mencoba,mencoba terus. Saya yakin dia punya naluri untuk memperbaikinya. Kenapa saya tidak demikian? Kenapa saya mundur hanya karena gagal? Kenapa harus menjadi yang lemah tekad dan semangatnya?

Menurut andri wongso,dari pengalamannya sebagai wirausaha bertahun-tahun, memulai bisnis tidak harus dg modal uang. Namun, dengan tekad,semangat, dan kemauan belajar disertai pergaulan yang baik, akan menjadi modal yang sangat berharga,lebih dari sekadar uang.

Saat ini saya kembali memulai bisnis sederhana menjual kerudung, sambil bekerja sebagai seorang jurnalis di elshinta Jakarta. Namun saya juga sudah menyiapkan beberapa bisnisplan yang cukup besar juga. Mumpung masih berusia 24 tahun, kita prihatin dulu tapi 5 thn kedepan sudah menikmati hasilnya. Kita buat jalur airnya dulu, dg keprihatinan dan tekad yang kuat. Waktu tertentu pasti kita akan menikmati air yang melalui jalur yang kita buat itu.

Brad Sugar, seorang pengusaha sukses Australia mengatakan, kesuksesan kita 5 tahun mendatang tergantung pada buku apa yang anda baca saat ini,training dan seminar serta orang-orang yang anda kenal saat ini.

Salam mantab! Semoga anda selalu sukses!!