Jumat, Agustus 12, 2011

Otak Perlu Istirahat




Hari ini Jumat 12 Agustus 2011. Berada dikantor dari pagi sampai siang menjelang solat Jumat. Otak Rasanya jenuh, jengah, mampet, dll terserah deh mau menggunakan istilah apa. Tapi yang jelas,rasanya otakku butuh dimatikan sebentar saja.

Sejak Bulan Juli yang lalu, banyak sekali pekerjaan yang harus aku seleseikan. Bukan hanya dikantor, tapi juga diluar kantor. dari pagi sampai malem, masih digunakan mikir untuk membuat plan besok. Hari Sabtu Minggu seharusnya libur, tapimalah bekerja karena kita tim marketing promosi. Ya, kita membuat event disaat orang lain sedang libur, agar tujuannya tercapai maksimal, rame acaranya dll.

Minggu ini, Area Manager ku datang ke cabang, untuk membahas deal big sharing dreamland di ajibarang. Setengah Miliyar dana yang siap di gelontorkan oleh diriku. Hampir deal, namun sayang pihak ownernya meminta pembayarannya sebelum lebaran. Wah, jelas ini kepentok dengan SOP yang ada di perusaahaanku. So, Ga tau bakal deal atau tidak. Tapi yang jelas, mungkin hal ini belum menjadi rejeki Saya. Semua pasti ada hikmahnya.

Hari ini Saya harus menyeleseikan banyak program event untuk posko mudik, ngabuburit, brnding, radio, posko lebaran, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hah? kenapa aku lama sekali untuk menyeleseikannya? belum lagi masih banyak permasalahan yang hadir, mulai dari masalah tim, outlet, perjanjian yang tidak benar, dsb. HUaaaaaaaah..rasanya pengen teriak. tapi nda mungkin,ntr dikira kesurupan :)

Rambut pun mulai acak adut, sudah tidak tampak ganteng lagi. :) didepan hanya ada leptop, musik, dari pagi membuat aturan program event kok yo lama banget yaks.dan sering lupa informasi atau data yang harus aku tulis.

Tapi memang Otak manusia yang menerima banyak informasi ataupun perintah sekaligus dalam waktu yang bersama bisa membuatnya melupakan salah satu informasi. Terlebih otak laki-laki, tidak dirancang untuk melakukan banyak pekerjaan di waktu bersamaan. Itulah sebabnya saat memproses informasi sebelumnya, sulit bagi otak untuk menerima informasi baru atau perintah sehingga cenderung lupa. Jadi, otak membutuhkan istirahat 20 menit sebelum menerima informasi lainnya.

Seorang ahli saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, Prof Edwin Robertson, D. Phil,(liputan6.com) menegaskan bahwa hal itu terjadi bukan karena kapasitas memori terbatas otak. Memori otak cukup besar, tapi seperti komputer yang kinerjanya akan melambat ketika menjalankan beberapa program sekaligus.

Robertson pun menyarankan otak sebaiknya jeda 20 menit sebelum menerima perintah baru agar tidak ada informasi yang dilupakan. Selain memberi jeda ke otak, cara lain untuk meningkatkan memori yakni dengan memilih waktu yang paling santai untuk menerima informasi. Sehingga banyak siswa merasa lebih mudah untuk mengingat subjek jika mereka membacanya kembali sebelum tidur.

Sebuah studi yang dilakukan sebelumnya bahkan menyarankan bahwa otak harus diberikan jeda selama 2 jam. Sehingga ketika menerima banyak informasi, tidak mudah dilupakan bagi pikiran. Tapi dua jam interval terlalu panjang dan bahkan bisa menyebabkan orang menjadi kontraproduktif.

Oleh karena itu, sebaiknya memang harus diistirahatkan nih otak. biar tdak "janghead" alias kejang kepala. Selamat berkarya..

Sabtu, Maret 19, 2011

Ayo Menikah :P




Sabtu, 19 Maret 2011 Keluargaku mau bertemu dengan keluarganya rendani untuk membicarakan hubungan anak-anaknya ke jenjang yang lebih serius yakni menikah. Awalnya sempat berpikir baerkali-kali, Siapkah? tapi setelah banyak masukan, Saya Yakin Saja.

Ngomongin usia, usia 20-an adalah usia yang saya rasa full of energy. Baik dari semangat maupun tenaga. Maka tidak heran apabila kalangan medis menyebutkan bahwa usia terbaik untuk bereproduksi adalah pada usia 20-an. Pada usia ini, kemungkinan melahirkan anak yang sehat dan normal adalah paling besar. Diluar usia ini, kemungkinan anak lahir cacat, keguguran, dlsb lebih tinggi. Selain itu, kondisi ibu berada pada usia yang paling prima untuk hamil dan melahirkan. Sehingga berbagai macam komplikasi yang terjadi selama kehamilan maupun persalinan bisa diminimalkan.
Selain itu, dari sisi motivasi hidup, bekerja dan meraih prestasi berada pada level paling atas. Mungkin karena pada usia ini persoalan hidup dan tingkat stress belum begitu terakumulasi. Hingga apapun yang dilakukan, bebannya akan dirasa lebih ringan karena belum terlalu terkontaminasi masalah lain.

Menikah muda memang bukan tanpa masalah. Apalagi kalau bukan karena ego masing-masing yang masih tinggi. Emosi yang masih meledak-ledak, yang kadangkala merusak pikiran jernih dan akal sehat. Usia yang sering over ekspresi. Namun jika fase-fase itu telah terlewati, dan kedua belah pihak terus berusaha memperbaiki diri dengan tetap berpegang teguh pada komitmen, Insya Allah “Setelah kesulitan itu akan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah)

Saya juga merasa, dengan menikah, usia muda saya lebih banyak diselamatkan. Selamat dari penghamburan waktu dan uang. Yang biasanya dilakukan lajang-lajang ketika week-end. Kalau sudah berkeluarga kan mikir dua kali. Lebih baik spent money and time with family sajah…jauh lebih bermanfaat dan lebih bertanggung jawab. Selamat dari syahwat yang tidak halal. Ini dia. Dengan menikah, pahala justru banyak dipanen dari sini.

Lalu apa itu menikah? Menikah adalah persatuan dua manusia pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan,minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?! MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan selalu yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Terdengar indah memang, tapi kenyataanya?! Harus ada "Komunikasi dua arah',' Ada kepekaan mendengar kritik','Ada keikhlasan meminta maaf','Ada ketulusan melupakan kesalahan','dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat. MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh.

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana bisa memahami orang lain?. Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup..?.

MENIKAH sangat mematuhkan keberanian tingkat tinggi,toleransi sedalam samudera, serta jiwa besar untuk 'Menerima'dan 'Memaafkan'. Menikah mematuhkan sebuah kelapangan jiwa untuk menggabungkan ku dan kamu menjadi kita..., Kesalahan terbesar kita dalam memilih pasangan adalah kita lebih mementingkan dengan siapa kita menikah bukan seperti apa orang yang akan kita nikahi. Kita lebih melihat dari "xxx".orang tersebut bukan kualitas dari seseorang...!

Jadi? Siapa takut untuk menikah mudaa...  Sssttt... Pak Sanang ayo pak, cepet lamar anaknya..jangan lama-lama..Pak Karjono ayo pak langsungkan saja pernikahannya....(hahaha Curhat Pribadi.red)
Terus untuk teman dan sahabat-sahabatku yang Ragu untuk menikah, AYO buruan menikah..hahaha

Awal Tahun yang Menyenangkan :)

Tahun 2011 sudah jalan beberapa bulan. Sekarang memasuki bulan yang ketiga. Banyak peristiwa ataupun cerita yang dilewati. Banyak evaluasi yang dilakukan di tahun kemarin, dan banyak harapan dan doa yang dipanjatkan untuk tahun 2011 agar menjadi lebih baik. Mulai dari harapan untuk dapat menikah tahun ini ataupun doa agar dimudahkan banyak rejeki.

Untuk karir alhamdulillah dipermudah dan dilancarkan. Meskipun memang untuk mendapatkan hal tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan. Tidak ada makan siang gratis kalo kata pepatah. Apa yang kita inginkan, apa yang kita impikan, selama kita masih percaya utk mendapatkannya dan mau untuk berusaha, pasti imposibble is nothing alias kamu akan mendapatkannya. Perlu digaris bawahi kata ibuku, kita ini diciptakan sebagai seorang pemenang. Terbukti dari penciptaan kita hanya ada 1 Sperma saja yang bisa mencapai induk telur dari berjuta-juta sprema. Oleh karena itu, kalo kita TIDAK memiliki jiwa untuk selalu menjadi seorang pemenang, wah bisa ditanyakan, apa mungkin kita hasil kloningan?? Hehe YUP!! GO amar..Go amar..Chayooo...:P

Memasuki tahun 2011 pula, Orang tuaku selalu menyuruh anak laki satu-satunya ini untuk mencari pasangan hidup. Namun sayang aku masih males, belum terpikirkan sama sekali. Pikirku, dari pada pacaran, ndeketin satu ke yang lain belum tentu dapet malah menghabiskan waktu dan uang. Mendingan buat beli macem-macem aja, kalo pun nyari ya yang serius buat nikah aja lah. Akan tetapi tidak mudah juga untuk mendapatkan hal tersebut. Ada wanita yang sudah siap nikah, tapi akunya yang tidak sreg. Ada yang sedikit sreg, tapi tidak mau diajak serius (alias, akunya ditolak), ada yang yah lumayan sreg, mau diajak serius, tapi orang tua kurang setuju. Ya sudahlah, dapat jodoh syukur, tidak juga tidak apa-apa pikirku hampir menyerah...

Pertengahan Februari 2011, saat tengah malam aku membuka Facebook. Tiba-tiba di NEWS FEED paling atas ada update dari tetanggaku yang sedang kuliah di Jakarta menuliskan statusnya sedang pindahan kosan. Biasanya kalo sdh malem itu aku males sekali untuk menuliskan komentar. Berawal dari situlah aku mendapatkan pin dari anak tsb dan mulailah kita untuk ber BBM ria. Mengutip dari sebuah iklan, “Berawal dari ngobrol enak”, aku pun merasa nyaman dan nyambung.

Singkat cerita, tanggal 20 Februari kami pun memulai hubungan Long Distnace Relationship alias LDR, hanya by bbm, phone, sms. Tertawa, tersenyum, bahkan guling-guling kalo sedang ngobrol berlangsung selama kurang lebih hampir satu bulan. 11 Maret 2011, akhirnya kita bertemu. Satu minggu bersama, ngobrol, jalan-jalan, makan tentunya kitalakukan. Memang benar kata pepatah, klo lagi fall in lope, dunia serasa milik berdua.

Setelah dipikir-pikir, lucu juga  Meskipun kita bertetangga, tapi kita tidak saling mengenal satu sama lain, dan akhirnya kita berhubungan. Banyak sekali perbedaan, Aku senang ketemu orang dan jalan-jalan, dia kurang. Aku suka sekali tomat, dia tidak. Dia suka sekali makan ikan, aku tidak dll... Akan tetapi itu bukan penghalang. Bukankah Pasangan itu melleburkan “AKU dan KAMU menjadi KITA?”