Kamis, November 11, 2010

Jodoh gampang-gampang susah ya


Di buku impianku yang aku tempel dikamar, aku menulis menikah usia 26 tahun. Berarti satu tahun lagi dong ya, kalo tidak tahun 2011 (setelah bulan juni) atau tahun 2012 (sebelum bulan juni tentunya). Impian itu aku tulis tahun 2006, aku menulis bersama Rizkina Melia saat pacaran dulu. Yang aku tulis, sudah kita plan, usia berapa kita beli rumah dan lain sebagainya. Yah meskipun sudah tidak bersama dia, namun target-target yang aku tulis perlahan tapi pasti sudah aku miliki. Mungkin pengaruh bawah sadar juga kali ya. Meskipun yang belum kesampaian juga ada sih.

Hemm hingga saat ini aja aku belum punya pandangan siapa istrtiku nanti. Setelah putus dg Astari, hatiku belum ada yang mengisi. Pernah sih, dikenalkan sama temenku yang di Elshinta Jakarta dulu. Dia minta langsung nikah 6 bulan lagi. Seorang dokter gigi, akhwat pula. Saat itu aku belum begitu menggubrisnya. Tapi setelah dapat dukungan dari orang tua, yang mengatakan “nikah itu adalah separo agama, jadi sehebat apapun seorang ulama kalo belum menikah ya diin nya belum genap, Lha wong separo saja belum!. Kalo bukan ulama seperti kita-kita , dimana hebatnya? Sekarang tinggal kamu aja sudah siap atau belum. Kalo sudah siap orang tua akan merestui dan menikahkan kok.”. Langsung deh, bersemangat!

Keesokan harinya aku mulai bertemu dg temenku itu dg bermaian ke rumahnya dan tanpa rencana pun sang wanita yang akan dikenalkan juga main kesana. Hanya hitungan detik aku melihat wajahnya. Wah cantiknyaaaa…. (kyk filmnya si encep ya.red). Tapi ternyata beberapa hari kemudian, temanku dengan berat hati mengatakan bahwa anaknya sudah ada yang melamar. Beliau minta maaf, karena aku nya yang terlalu lama. Calonnya adalah temen di pengajian juga. Ya sudahlah.. aku hanya tersenyum,  mungkin bukan jodohku.

Bukannya tanpa usaha, beberapa wanita yang menarik hatiku saat kuliah dulu aku list untuk menanyakan kabarnya siapa tau masih jomblo. hehe

Akupun mendekati salah seorang adek angkatanku. Dia akhwat berjilbab besar, cantik, smart dan solehah. Aku, Ibu dan adekku berkunjung ke tokonya untuk membeli baju muslim yang ia jual. Meskipun sebenarnya sih pengen liat mukanya.hehe
Tapi beberapa hari kemudian, temanku bercerita, “si ini udah nikah ya?”, “Oh ya?” Ak masih memasang muka penasaran dan biasa saja. Terus jawab temanku, “iya sama teman SMA nya, suaminya ikhwan juga dan sekarang ga pegang HP, mw nurut suami”. Hah?sebegitunya ya? *dalam hatiku..yah bukan jodoh lagi deh. Tersenyum aja deh 

Datang lagi seorang teman kuliahku dulu. Yah dulu sedikit ada rasa sih. Dia kerja di Bank sekarang. Cantik, tanpa kerudung. Tak pikir-pikir seriusin nda ya? Agak bimbang sih, tapi tak mantepin aja deh. Smsan, telp dan ketemuan. Yup! Boleh lah. Namun sebelum aku mengutarakan, ternyata dia mengabari bahwa tgl sekian dia mau lamaran. Dia minta maaf karena aku juga yang terlalu lama sih. *hehe tersenyum lagi saja deh.. bukan jodoh.

Hari demi hari aku lewati dengan kesibukan pekerjaan dan bisnisku. Lalu hadir kembali seorang teman ku yang aku kenal saat aku di Jakarta dulu. Kerja jadi CS di sebuah provider di Tasik Malaya dan sekarang di Bandung. Awalnya aku tidak begitu tertarik, tapi memang tresno jalaran soko kulino, lama2 aku terkesan dengan sikap ramahnya ke orang, sikap melayaninya, senyumannya, dan tentunya aku tertarik dengan hidupnya yang boleh dikatakan cukup keras untuk wanita seumurannya. Banyak sekali kesamaan yang aku miliki. Suka sama-sama kulineran, traveling, bisnis, foto-foto dan yang jelas sama-sama punya banyak pengalaman prihatin. Jadi yang jelas, pasti akan bisa mengimbangiku yang notabene, punya banyak kenalan, senang melayani, ramah, suka senyum dan senang berusaha alias males untuk manja. Yup sama-sama seorang sangunis.

Dia datang ke Purwokerto, kebetulan memang hari liburnya jatuh dihari yang sama. Yah ketemu ibu dan adek ku. Tapi sampai sekarang aku belum maen ketempatnya, (huft betapa sibuknya aku ini). Namun, ada beberapa hal yang memang membuat aku berpikir ulang. Dia mau hidup bersama kalo tinggal di Bandung, karena itulah impiannya.. Sekarang saja dia meneruskan kuliahnya di Bandung. Yah, mau gimana lagi aku menginginkan calon istri yang mau hidup bersama, dimanapun kotanya, karena kerjaanku pasti ada rotasi kalo ingin naik jabatan. Entahlah mungkin juga dia tidakcocok denganku yang masih belum begitu mapan? * dalam benak ku… ya sudahlah, tersenyum saja..  Jalani aja dulu..

Sekarang, perlahan keinginanku yang menggebu untuk menikah atau lebih tepatnya mencari calon istri perlahan menipis. Kemudian hilang. Sekarang hanya menjadi si kutu buku, si pekerja keras dan cerdas, si bisnisman, dan tentunya jadi si hobi’s..(halah maksa istilahnya,red) yup melakukan hobi-hobiku berolahraga, musik dan ngegame.

Terkadang, jujur aku merasa tidak nyaman dengan karakterku yang dianggep “cair” dengan lawan jenis. Aku merasa percaya diri saat berbicara dan mengungkapkan pendapat dalam forum apapun! Apakah ini kesombongan? aku berusaha untuk tidak menganggap berlebihan sebuah perhatian dan aku pikir semua perhatian, sikap dan cara bicaraku selalu SAMA dengan lawan jenis lainnya..Emmm… kalu kemudian mereka GR..itu urusan mereka kan? Mungkin karena aku juga yang merasa “aman” dan tidak mungkin terkena perasaan asing yang disebut “cinta” untuk saat ini?

Sekarang sih menjalani saja hidup ini, berdoa, menambah ilmu, ikhlas. Lalu Menyerahkan saja semuanya kepada skenario Alloh SWT. Karena Hanya DIA yang tau, seperti apa yang terbaik buat kita.

Aku seorang Sanguinis ternyata.


Sebelum mau tidur adek ku ngomong,”Tak kenal maka tak sayang. Tak kenal maka tak sukses”, lho kok bisa? Kataku. “Ya karena kalo kita tidak tau seperti apa diri kita, kita tidak tau mau dibawa kemana diri kita” (hemm, berasa lagu armada yaks…).hehe. Saya punya adek yang lagi seneng dengan pelajaran psikologi, singkat cerita dia ingin membuktikan buku yang dipelajarinya. Yah diriku jadi kelinci percobaannya.

Hasilnya, aku seorang sanguinis. Dia tanya, “mau tau sperti apa sifat dari orang sanguinis?”, yup kataku sambil tertawa. ;D

Orang sanguinis itu, Ramah , sangat suka bicara. Bisa bicara dengan topik apa aja. Penuh inspirasi, aktif, dengan kemampuan berbicara yang prima. Seorang sangunis dapat mempengaruhi orang lain agar percaya pada apa yang mereka katakan. Mereka bisa menjadi pembicara yang hebat sekaligus motivator yang menyenangkan, sebab mereka cenderung optimis. Suka menjadi pusat perhatian, suka pujian dan perhatian. Tetapi terkadang tidak disiplin dan pelupa. Kebutuhan mendasar mereka berupa pengakuan dan penghargaan, takut kehilangan popularitas atau kehilangan kawan.

“Bener kaaan?” Kata dia.. haha ya ya ya..jawabku sambil tertawa ambil menutup selimut untuk tidur.

“different isn’t always better but the best is always different”


Lama juga aku tidak memposting untuk blog ku ini, yah memang lagi tidak sempat. Sejak masuk di Kalbe farma menjadi tim promosi fatigon hydro akhir Juli kemarin,ak belum pernah merasakan libur Sabtu-Minggu, karena setiap akhir pekan pasti aku selalu melakukan promosi.

Bulan puasa sama demikian, Sampling selling ramadhan di beberapa super market, trs ngabuburit hydro di kampus-kampus, jalanan, lembaga pendidikan, sport center dll. Belum lagi, acara mudik dan hydro lebaran. Semua butuh kerja keras, untuk mendapatkan hasil yang optimal pikirku, jadi ya biasa saja.

Hujan, dingin, panas, badan pegal-pegal, dll sudah biasa bagiku sekarang. Bahkan ada yang sirik denganku sampai ngajak ribut, yah biarin aja lah, tak anggep itu pelajaran bagiku tak ambil positifnya saja.

Pada suatu saat, saat aku menyetir mobil sendiri malam takbir waktu itu, ak meneteskan air mata, mendengar kumandang takbir, aku masih kerja. Inget orang tua, tapi mau gimana lagi, aku bekerja juga untuk mereka, untuk masa depanku nantinya. Agak sedikit iri sih kadang, melihat teman-teman yang kerjanya santai-santai penghasilannya lebih banyak., tapi semua itu harus disyukuri karena ternyata masih banyak yang kurang beruntung dibandingkan aku.

Pepatah mengatakan sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sekuat-kuatnya tubuhku juga pasti akan sakit juga kalo kurang istirahat. Setelah bekerja tiga bulan akhirnya jatuh sakit juga.  Dengan sakit ini, semoga bisa meleburkan dosa-dosaku, dan akhirnya aku berfikir sebenarnya apa sih pentingnya kerja itu?

Pertanyaan menarik yang sering muncul dalam keseharian adalah, “Apakah kerja itu? Mengapa kita harus bekerja, dan bagaimana agar kerja kita memberi hasil?”
Ya seperti yang sudah kita ketahui bersama, kerja merupakan suatu usaha yang dilakukan sendiri maupun bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu bagi orang lain dan secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif bagi si pekerja itu sendiri. Kata kunci dari kerja disini adalah effort (Usaha). Jadi, ketika kita mengklaim bahwa kita bekerja, maka terlihat nyata adanya usaha untuk mewujudkan kerja tersebut.

Sukses dalam kerja bukan dilihat dari berapa banyak uang yang telah diperoleh. Sukses dalam kerja juga bukan dilihat dari seberapa tinggi jabatan yang telah dicapai. Jika bekerja semata-mata untuk uang atau jabatan, maka hal ini dikhawatirkan akan menurunkan nilai hidup yang kita jalani.

Sukses dalam bekerja berarti sukses menjalani apa yang sedang dikerjakan baik dalam suka maupun duka. Bukankah sukses itu merupakan sebuah perjalanan? Kesuksesan dimulai ketika kita memulai sesuatu dan menjalaninya dengan perbedaan. Kalo ngutip John sifonis mengatakan, “different isn’t always better but the best is always different”

Jumat, Juli 30, 2010

Stay Hungry Stay Foolish


Baru beberapa minggu Saya berada di Purwokerto. Tidak sedikit pula orang yang menanyakan-mempertanyakan dengan penuh rasa ingin tau, kenapa saya memilih berkarya di Purwokerto. Jawaban pun sudah beratus kali keluar dari mulut yang merah ini hehe maklum istilah untuk orang yg tidak merokok  , namun mungkin jawaban ku kurang meyakinkan meskipun sudah menggunakan senyuman tulus ikhlas dan pancaran mata yang berbinar-binar. Yah bisa dimaklumi, dulu tawaran kerja di Purwokerto banyak, tapi Saya tolak, dengan alasan impian bukan di daerah (Purwokerto.red), Jakartalah tempatnya dan itu menjadi kenyataan.

Dua tahun berada di kota Jakarta. Banyak sekali manfaat yang didapat. Dari yang merubah penampilan dari ndeso-kekotaan dan kembali ke ndeso lagi sekarang. Dari yang tidak berani menyampaikan argument, tidak berani mengambil resiko, yah sekarang lumayan lah, sedikit ada peningkatan. Wawasan pun sedikit bertambah dengan bertemu orang-orang pintar disana, dari anggota dewan, pengajar, pengamat, rekan sesama wartawan bahkan sampai masyarakat kaum marginal. Penyakit narsisnya keluar hahaha

November 2009, penempatan pertama pada radio komunitas Carefour di lebak bulus Jakarta Selatan. Masih kerja sama dengan Elshinta. Radio ini di putar di seluruh Carefour di seluruh Indonesia, dg musik-musik top 40. Awalnya hanya sebagai Co Producer, naik menjadi producer, dan naik lagi menjadi penyiarnya. Kerjaanya gampang, ya mungkin karena sudah berpengalaman didunia radio sejak tahun 2003. Ngekos bersama mas OJI dan rekan-rekannya di PLN Pusat di kawasan Radio dalam Jaksel. Naik turun metro mini, bahkan pernah saking ingin mengiritnya menggunakan sepeda. Masih ingat dalam ingatan, malam-malam hujan deras. Ya sudah, basah kuyup deh meskipun sempat berteduh di PIM (Pondok Indah Mall).

Februari 2010. Saya pindah ke kantor Elshinta di kawasan Joglo Jakbar. Perlu energi ekstra untuk mengikuti jalan nya kinerja disana. Jurnalisme dasar dari semua kerjanya. Mencari dan mengembangkan isu, mencari narasumber, mengatur jalannya acara, menservice pendengar yang membutuhkan pertolongan, ya itulah kerjaan awal disana sebagai co producer. Hingga akhirnya menjadi Producer di berbagai edisi.

Mei 2010, di bulan inilah Saya pertama kali On air siaran di jadwal reguler. Jm 10 Pagi. Agak nervous meskipun ngomong didepan mic itu sudah biasa sebenarnya. Tapi yg buat berbeda adalah radio ini didengar tidak cuma di Jakarta tapi hampir di seluruh Indonesia. Mencari kalimat bertanya yang cukup cerdas, mengkritisi topik yang ada, memainkan intonasi, memainkan suasana, berpura-pura sedih jika topiknya sedih, ikut senang jika beritanya senang. Itulah ART!! seni berkomunikasi. Cukup menarik, Cukup menyenangkan. Wawancara dg orang bisa sampai Menteri-menteri, Sayang Saya belum pernah wawancara si Presiden yg terkenal dengan pencitraannya, siapa lagi kalo buka SBY. Yang marah karena tulisan SBY ditempel di tubuh kerbau. Hehe

Berbagai kasus dari politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya mulai di buka, dan dipelajari satu persatu. Untuk mendalami kasus yang menyenangkan ini, terkadang perlu ngobrol dengan wartawan-wartawan yg sudah senior, atau minimal yang mendalami kasus tersebut. Bahkan tidak jarang pula, sms-telp atau bertemu dengan narasumbernya langsung. Yah lumayan sedikit tau bagaiman proses politik yang ada di Indonesia, bagaimana kasus Century yang hingga saat ini “tidak” diungkap, seperti apa boboroknya moral masyarakat kita, khususnya generasi muda sekarang. Bermimpi untuk merubah itu semua? Bisa saja sebenarnya, tapi godaan dan terjelannya sungguh kuat. Aku menginginkan itu.hehe

Berbagai suku bangsa berkumpul disana, dari Aceh – Papua, dari Arab- China. Berbagai jenis kebudayaan banyak disana, berbagai karakter dari yang sering emosi sampai yang kebangetan sabarnya.hehe yup menyenangkan memang.

Ada hitam, pasti ada putih. Kalo kata orang China, yin dan yang, biar hidup kita seimbang. Ada yang menyenangkan, ada juga yang tidak menyenangkan hidup di Jakarta. Dari sisi kesehatan, polusi yang sungguh luar biasa ini membuat kesehatan agak terganggu. Sering sakit-sakitan. Harus olah raga! Ya itu keinginan saya juga, tapi waktunya tidak mendukung untuk melakukan itu. Makanan yg kita beli kadang juga harus berhati-hati. Pergaulan, kita harus pilih-pilih memang kalo tidak kita ingin terjebak didalamnya, mau free sex, drugs, alcohol, tersedia bebas disana. Meskipun tidak sedikit pula pengajian, English Club atau acara-acara positif lainnya. Tingkat kiminalitas juga banyak disana kalo kita tidak berhati-hati.

Sudah saatnya untuk memilih jalan hidup. Mau menjadi ekor ayam terus di Jakarta, atau menjadi kepala Naga di Purwokerto.Seharusnya sih istilahnya mw menjadi ekor naga atau kepala ayam..hehehe Beberapa orang mengatakan bahwa jalan pintas mendirikan usaha sebagai perusahaan dengan rencana masa depan yang beresiko. Tuduhan itu memang benar, tapi tidak lengkap. Karena kami hanya mengqambil resiko yang terukur. Dengan proses yg step by step nya sangat kami perhitungkan. Dengan sangat hati-hati. Kami menghitung detail perbandingan pasak dari pada tiang.

Melihat senyuman dari ibu-ibu yg maaf mereka janda, serasa membahagiakan dihati. Mereka tidak begitu peduli dengan bangun pagi dan mulai bekerja hanya dengan penghasilan 10.000 – 15.000 saja per harinya. Yang penting ada kegiatan. Yup itulah bisnis kateringku yang mulai dirintis. Everything start from Zero.

Di bisnis tas, senyuman dari Bapak, dan kebanggan dari para penjahit atas jahitan yang bagus, dari desainer yg kreatif dan dari seorang yang hanya memotong tali dan membantu mengepack, memberikan semangat tersendiri bagiku untuk terus mengembangkan usaha ini. Impian terbesar usaha ini adalah banyak menyerap tenaga kerja, dan makin banyak perusahaan menggunakan produk tas ini sebagai suvenir dan brand perusahaan mereka. Kreatifitas dan keberanian sangat diperlukan disini. Hehe tapi kemarin dpt komplain jahitannya agak sedikit kurang rapi..maaf

Teman-teman yang umurnya lebih tua dariku, namum masih belum beruntung untuk mendapatkan pekerjaan, sekarang sudah bisa sedikit tertawa meskipun terkadang melihat dari tatapan mereka ada ketidak percayaan atas EO yang dibuat. Tak ada jaminan bahwa EO ini pasti akan menjadi besar dan berhasil sesuai yang diharapkan, karena itulah harus diperjuangkan bersama-sama. Untuk tahap awal yang memerlukan banyak biaya dan konsentrasi, setiap orang yang bergabung akan lebih diperlukan sumbangannya ketimbang pendapatan yang diinginkan. Kita perlu bersikap ‘kejam’ terhadap diri sendiri sekaligus kerja ekstra keras untuk mewujudkan kemajuan yang bermanfaat bagi semua pihak di masa depan.

Rencana Bisnis lainnya adalah kaos dengan tiga target pasar. Bisnis ini sudah direncanakan dan diperhitungakn sejak lama. Tinggal menunggu Amir Among Prakoso rekan baik saya saat di SMA 2 Purwokerto dulu yang saat ini masih berada di Papua.Lulusan desainer UGM Yogya. Kita punya visi dan misi yang sama. Yakni bekerja kreatif!. Saya juga masih harus bekerja di Fatigon Hydro, memikirkan bagaimana cara membuat program dan event promosi yang tepat sasaran, yang tentunya bisa berdampak pada penjualan produk tersebut.

Saya masih punya mimpi yang lebih besar dari itu. Karena memang hidup harus punya mimpi, tujuan dan komitmen untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Yang dilakukan sekarang adalah hanyalah sebagai alat. Yang terpenting buat saya adalah miliki keahlian yang banyak. Apapun keahiannya harus bermanfaat untuk orang lain, menyumbang nilai positif untuk masyarakat sekitar. Rahmatan lil ‘alamin. Dan jangan lupa untuk terus belajar, seperti kata Steve Jobs, stay hungry stay foolish. Tetaplah merasa lapar, tetaplah merasa bodoh.

IMAJINASI – VISIONER


Alloh menganugrahkan kita sepasang mata yg indah untuk melihat objek-objek yang ada didunia ini tentunya dalam jangkauan pandangan kita. Mata adalah elemen terpenting estetika, kita bisa menikmati beribu-ribu warna yang ada. Banyak sekali keindahan dan pelajaran yg sudah kita dapat hanya dari sepasang mata. Akan tetapi ada baiknya jika kita tidak menggantungkan sepenuhnya penilaian atas pandangan mata yg bersifat fisik ini.

Pandangan visual ini bukan satu-satunya. Kemampuan visual terbatas. Mata hanya mampu menyerap kenyataan seperti adanya. Dalam tulisannya mas Arief Budiman, Finalis International Young Creative Enterpreneur of the year (IYCEF) British Council, 2006-2007, mengandaikan bahwa jika didepan kita ada sebuah tanah seluas 1 hektar, maka tanah itulah yg terlihat. Semua orang akan melihatnya sama, karena semua orang menggunakannya—hanya –mata.

Pandangan potensional adalah pandangan yg kita imajinasikan atas suatu kenyataan. Dan inilah pembeda terbesar dari seseorang yang sukses luar biasa dan yang suksesnya biasa-biasa saja. Pandangan potensional akan melompati ruang dan waktu. Seseorang bisa melihat lahan satu hektar sebagai tempat ideal untuk membangun perumahan mewah. Yang lain melihatnya sebagai hamparan sawah yg menghijau. Yang lain melihatnya sebagai masjid yg banyak dikunjungi orang-orang. Seribu satu kemungkinan bisa terwujudhanya dari satu kenyataan yg sama.

DR David J. Schwartz dlm bukunya The Magic of Thinking Succes menyebutkan bahwa ada sebuah pandangan yang bisa menjangkau lebih jauh, yang bahkan melampaui ruang dan waktu. Pandangan itu adalah pandangan pikiran. Pandangan ini adalah modal terbesar bagi seseorang untuk memiliki sebuah visi yang jelas dimasa depan. Adalah kemampuan melihat tidak saja dalam ruang yang berbeda, tapi juga waktunya. Seorang visioner mampu melihat 5 atau 10 tahun ke depan, membayangkan kondisi ideal sampai detailnya dan membuat rencana-rencana sitematis untuk mewujudkannya.

Karunia Alloh yg sungguh luar biasa bernama otak itulah yg menjadi modal dasar kesukseskan kita. Kemampuan tidak terhingga untuk berimajinasi dan melambungkan impian yang luar biasa atas masa depan kita. Jangan kuatir, tidak ada hal begitu sulit, sehingga tidak bisa dilakukan. Kata iklan NIKE, Impossible is nothing!!

BISNIS - IDE - KREATIFITAS


Kadang banyak rekan-rekan yang berpendapat bahwa buka usaha itu perlu banyak modal. Tidak salah, tapi belum tentu juga. Lalu apa yg dimaksud dengan modal itu sendiri? Apakah modal identik dg uang? Tidak, tapi pandai membaca peluang, punya ide dan bisa berkomunikasi, itu sudah merupakan modal yg cukup. Dan kreatifitas merupakan salah satu modal yang HARUS dimiliki.

Kreatif itu bukan sekedar berpikir asal beda, melainkan mengembangkan ide-ide dengan kreatifitas untuk memanfaatkan kesempatan yg ada. Membaca Peluanglah!. Terdengar sepele, tapi tidak gampang. Zaman sekarang kan, zaman benedifitas. Barang siapa yg tidak mampu membidik peluang untuk meraih keuntungan akan tergelincir ke jurang kekalahan.

Eits!! Sorry, ini bukan kapitalisme lho ya. Ini Cuma mengingatkan betapa pentingnya kita untuk memiliki kepiawaian membaca dan memanfaatkan peluang untuk meraih keuntungan. Dan tentunya, kita harus bisa menjual peluang-peluang itu. Its has to be sold!!

Membaca bukan sekedar membaca, tapi membaca dengan cermat, kemudian memanfaatkan peluang itu menjadi keuntungan. Ya, seperti motto petakumpetnya mas arief Budiman Jogja.“ Good is not enough. Its has to be sold”. Dan Semua itu berawal dari IDE!!
Orang-orang besar dari bung Karno sampai dengan Columbus, Napoleon bonaparte dll selalu memiliki ide besar. Bangsa yg hebat jg dibangun diatas landasan ide-ide yg hebat. Kalo kata filsuf rasionalis Rene Descrates, “COGITO ergo sum” “aku berpikir, Maka aku ada”. Ungkapan itu bisa menjadi “ semua berawal dari ide”. Tanpa ide, hidup menjadi hambar, dunia tanpa masa depan.

Ide mungkin bukan segalanya, tapi tanpa ide segalanya menjadi tidak berarti apa-apa. Ide itu ya kreativitas. Bisakah kita mengembangakan ide tanpa kreatifitas? Tentu tidak. Kalo kata mas Reza Tarmizi, President Director PT Petakumpet Creative Network, “ide itu bahan baku, kreatifitas itu cara memasak, Maka, tanpa kreatifitas, ide menjadi bahan baku yg mati. Ide dan kreatifitas mirip dua sisi dari mata uang yang sama. Dibolak-balik yua tetep duit”. Bahkan Plato menyebutkan ‘dunia ide’ dan ‘dunia ide’ itu akan bermanfaat bagi kehidupan kalau sudah berinteraksi dan bersinergi dengan dunia nyata. Dunia yang dihadapai manusia sehari-hari.

Jadi untuk anda yg bermalas-malasan, tidak ingin maju, silahkan saja. Dalam perspektif Descrates, orang-orang yg malas berpikir adalah orang-orang yang hidup antara ada dan tiada; hehe kayak film horor… atau kalo kata orang jawa, ;hidup enggan, mati tak mau” Maka, berpikirlah agar anda tetap ada!
MANTAB!! So Sudah terpikirkan, punya ide apa untuk membuka usaha?

Senin, Juni 21, 2010

Persembahan untuk Ibu



Disaat kita mengalami keterpurukan siapakah yang akan menolong pertama kali? Siapakah yang akan membantu sepenuh hati? Siapa yang akan membela mati-matian? Siapa yang akan mendengarkan curhatan, amukan dan kebencian kita tanpa membuka rahasia curhatan kita ke orang lain? Siapa yang memperhatikan kita tanpa pamrih ingin diperhatikan?

IBUKU. Seorang Ibu dengan 4 orang anak, yang tak kenal lelah dalam membesarkan anak-anaknya. Cucuran keringat, air mata, doanya telah sukses membesarkan anak-anaknya menjadi anak yang soleh-solehah. Hanya lulusan SMP, dan seorang ibu rumah tangga, tidak begitu mengerti bahasa asing ataupun politik yang diketahui beliau adalah mengaji al quran, pengajian, kumpul dg ibu-ibu PKK dan membuat makanan. Tetapi Saya bangga dan salut kepada beliau.

Betapa besarnya kasih seorang ibu. Cintanya yang dalam sudah ditanamkan sejak masih berada di dalam perutnya. Belaian lembut dari jemarinya melebihi sutra. Harapan dan kasih sayangnya melebihi rindunya seorang kekasih. Cinta Ibu begitu hebat hingga tak mampu untuk mengukurnya. Saya Bersyukur telah memiliki ibu yang selalu setia mendampingi setiap saat.

Aku suka melihat wajah ibu. Sering ku renung wajah tenang ibu. Ibu sering berbicara denganku walaupun aku masih belum dapat mengerti bait-bait kalimahnya. Saat ibu bercerita, aku curi-curi pandang matanya yang bersinar riang menterjemahkan kebahagiaan yang dikecapi. Lembut wajahnya memancarkan tawadhu di dalam limpahan kesyukuran. Garis-garis halus wajahnya melambangkan ketabahan, lunak suaranya penuh kasih sayang dalam ketegasan.

Ibu, maafkan anakmu yang selama ini dan sampai kapanpun tidak bisa membalas semua kebaikanmu, membalas semua jasa jasamu, membalas semua kasih sayangmu, walaupun pengabdianku hingga 100 tahun lamanya. Ibuku tersayang, maafkan semua salahku semoga suatu saat kita dapat bertemu dalam indahnya kasih Allah yang selalu terpancarkan. Aku berdoa semoga Ibu selalu bahagia dalam kedamaian dalam berkah Allah yang selalu disyukuri. Aku mencinta Ibu sepenuh hatiku, doaku selalu untuk Ibu tercinta. Dalam keheningan malam aku merindukan rumahku. Semoga Allah selalu memberikan kedamaian di dalamnya.

Aku tak tahu bagaimana cara membalas jasa-jasamu ibu. Aku ingin skali membuatmu tersenyum. Doakanlah aku menjadi orang yang sukses. Aku ingin kau bangga memiliki anak sepertiku. Satu keinginan yang selalu kau ucapkan saat aku kecil dulu adalah agar diriku menjadi seorang Ustadz yang bisa mendakwahkan agama Islam, berbagi kepada saudara-saudara yg tidak mampu, dan selalu berbuat baik. Aku akan berusaha. Mungkin karena hanya dengan inilah aku bisa membalas semua jasa-jasamu. Dan kelak aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang, Semua hanya untukmu ibu.

Mungkin jika kita ingin belajar sebuah kata bermakna ikhlas, maka lihatlah ibu dan ayah kita. Itulah ikhlas yang selama ini kita cari, ternyata ada setiap hari, setiap waktu namun kita tak pernah menyadarinya. Ibu... muara segala peluhku,Terimakasih pada Allahku yang telah mencipatakan sebaik-baik wanita bernama ibu...

Jika kita masih ingin berharap Allah membantu segala usaha kita, maka banyak-banyak berbakti kepada kedua orang tua kita, terutama sekali ibu kita. Kita mesti mencari peluang untuk dapat menyenangkan hati ibu kita. Dengan sedikit atau banyak perbuatan yang dapat membahagiakan ibu kita maka akan sangat baik bagi kita. Ibu adalah pintu keridhaan Allah kepada kita. Ibu adalah sungai yang dengan air cintanya dapat memudahkan jalan hidup kita. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Maka dari itu selagi masih ada kesempatan jangan sia-siakan peluang itu. Selagi ibu kita masih hidup maka segeralah ambil tindakan untuk menyenangkan hatinya. Jangan sampai kita menyesal. Penyesalan tak ada gunanya. Yang terbaik adalah lakukan sekarang. Pulang dan segera raih kesempatan itu. Cium tangan ibu kita dan minta restunya.

* Utk Ibu tercinta di Purwokerto, salam dari anak laki-lakimu di jakarta yg selalu merindukanmu. Semoga aku dikaruniakan keizinan dan kekuatan untuk memenuhi harapanmu, wahai ibu yang mulia. I love u mom..

Uang dan manusia



Setelah menonton Koi ni Ochitara, ada kalimat yang membuat Saya sedikit mati kutu :
Good faith, sincerity. All good.But how do you judge whether someone is sincere or not?
It's your consciousness that judges if someone is sincere. Even if it's same sincerity, today you might feel as if it exists, and tomorrow it might not People's consciousness is something like that...But money is different...Money is same to everyone...Money does not betray people...The one that betrays... is people's heart.
so pilih mana? percaya ama uang atau manusia?

Apa yang telah uang lakukan pada kehidupan manusia? Apa yang telah manusia lakukan demi uang? Apa posisi yang diberikan manusia pada uang?

Ya mau tidak mau kita berpikir kenapa orang jaman sekarang mencari uang dg berbagai cara? Uang dianggap segala-galanya, tanpa uang anda tidak bisa apa-apa. Contoh kecil, jika anda ingin bekerja terkadang uang ikut ambil bagian (sogok.red), Ingin menjadi Pejabat, memenangkan tender dll. Bahkan yang membuat miris, orang akan lebih menghormati kepada orang yang memiliki uang bukan kepada orang yg taat agamanya. Banyak gadis yang mau menjualkan keperawanannya demi uang, dan para wanita pasti akan lebih memilih laki-laki yang banyak memiliki uang bukan?(cewe matre..ke laut aje.red)

Manusia tidak peduli hidupnya berantakan dan tidak nikmat asalkan punya uang. Manusia tidak bahagia tanpa uang, manusia belum merasa manusia tanpa uang, manusia cinta akan uang, dan manusia menderita tanpanya. Bekerja 24 jam demi uang, dg mengabaikan kebersamaan bersama keluarga?

Segalanya diukur berdasarkan uang. Kenikmatan, kemakmuran, kesenangan, dan kemanusiaan. Segalanya.
Karena itu kemanusiaan tidak ada harganya lagi di mata uang. Karena segalanya dapat dinilai dan digantikan dengan uang, segalanya dapat dibeli menggunakan uang. Akhirnya bukan hanya kebahagiaan diri sendiri yang tidak dipedulikan demi uang, juga kebahagiaan orang lain.

Drs. I Ketut Wiana, M.Ag (Ketua Sabha Walaka - Parisada Pusat 2006-2011) menuliskan hubungan manusia dengan uang bagaikan hubungan antara air dan perahu. Tanpa ada air perahu tak bisa berlayar. Tapi perahu berlayar bukan mencari air, tapi méncapai pantai tujuan. Kalau perahu salah caranya berlayar, justru air itulah yang menenggelamkan perahu. Penumpang dan barang yang ada dalam perahu pun ikut tenggelam dan rusak karena air.

Uang memang penting, namun bukan hal yg segala-galanya. Meraih dengan cara yang tidak terpuji, menghalalkan segala cara. Cari lah uang dengan cara yang baik, percayalah bahwa rajeki itu bukan hanya uang.
Anda dan keluarga sehat saja sudah merupakan rejeki yang sangat tidak ternilai harganya. bayangkan jika sakit, sudah tidak enak dibadan, eh tidak enak juga di dompet, ya kan?

Memiliki banyak uang dapat menjadi seperti obat Hal ini dapat membuat Anda merasa kuat dan pusing. Dapat meyakinkan Anda bahwa semuanya akan baik-baik saja. Uang adalah tentang cinta dan hubungan. Memiliki kekuatan luar biasa untuk membawa orang bersama-sama dan juga air mata mereka terpisah. Anda tidak dapat melarikan diri uang. Jika anda menjalankan dari itu, ia akan mengejar Anda dan menangkap Anda.

Terakhir Saya jadi ingat tulisan yg baca belum lama ini yakni nasihat orang terkaya ke 2 di dunia,Warren Buffet untuk anak-anak muda: “Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja. Jangan memakai merk, pakailah yang benar-benar nyaman untukmu. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.

“Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur.”

Selamat mencari uang. :)

Tersenyumlah maka kesuksesan akan lebih mudah tercapai



Disadari atau tidak, semakin bertambahnya umur kita senyuman sepertinya hal mahal. Bertambahnya masalah yang datang, membuat alasan utama, terlebih masalah ini menambah beban yang berat untuk kita.

Tulisan ini Saya buat sebagai pengingat diri Saya sendiri dan mungkin untuk pembaca yang mengalami hal yang sama. Beberapa waktu yang lalu beberapa sahabat saya mengirimkan sms yg berisi " kemana wajah ceria, tertawa dan tersenyummu? apakah sudah hilang dg masalah yang datang? yang sesungguhnya bisa km atasi mar? Mana jiwa motivatormu?"

Selama di Purwokerto, bisa dikatakan tidak pernah sepertinya Saya memikul beban yang boleh Saya katakan berat, namun dimata orang lain sebenarnya saya mampu. Iya juga sih, ada apa dengan saya ini? hilang ide-ide brilian yg gila, wajah ceria, dll. Terlebih Saya sadar dengan kata-kata teman, "kowe iki kenopo? moso masalah cewe aja begitu bgt dipikirkan? kowe berubah mar, dulu kehilangan cewe biasa aja dan seneng-seneng aja, jadi terganggu tuh kegiatanmu yang lain".

Akhirnya Saya sadar, Kenapa saya harus buang waktu sia-sia begitu saja, masih banyak impian yang ingin saya dapatkan. Kalo jadi ingin orang yg beruntung haruslah melakukan persiapannya. Karena kata Einstein, Keberuntungan adalah bertemunya kesempetan dan kesiapan. 1 persen ide, dan 99 persen adalah kerja keras kesusksesan akan diraih. Jadi? apa yang akan diperbuat?

Pertama adalah Lupakan masalah yang ada sekarang. Tanggapi dengan pikiran positif. Jangan terlalu berkutat dengan masalah tersebut sehingga mengganggu kegiatan yang lainnya. Kedua, Tulislah target impian. Dengan jelas dan pasti kapan target itu akan dicapai.
Ketiga, latihan, latihan, latihan!! latih semua kemampuan yang harus dimiliki untuk meraih target tsb. Keempat, Berdoa, serahkan kepada yang diatas, sehingga kita ikhlas dengan hasil yang dicapainya. Kelima, mohon restu dari orang tua, saudara-saudara kita, semakin banyak doa, akan membantu. Keenam, Hipnotis diri sendiri menjadi orang yang percaya diri. gestur tubuh kita akan menunjukan, apakah kita orang yg percaya diri atau bukan, dari berjalan, posisi duduk dll.

Pertanyaannya apakah ada hubungannya antara tersenyum dan tertawa dengan meraih target / impian kita? apakah akan lebih mudah jika kita tersenyum?

Dari riset psikolog Alice M. Isen, Ph.D., dari Cornell University menyimpulkan, mereka yang banyak menonton film komedi mampu secara lebih baik menemukan solusi kreatif dalam memecahkan soal-soal 'puzzle'. Sedang studi yang dilakukan William Fry, M.D., profesor dari Stanford University, menunjukkan bahwa tertawa meningkatkan detak jantung dan memperbaiki sirkulasi di jaringan otot yang membantu perjalanan nutrisi-nutrisi dan oksigen ke dalam jaringan tubuh. ditambahkan Joan Coggin, M.D., seorang kardiolog di University School of Medicine, Loma Linda, Amerika Serikat menjelaskan, tertawa memberikan relaksasi dan mengurangi stres.

Ditambahkan dari berbagai sumber menyebutkan beberapa manfaat dari senyum itu sendiri. Senyum membuat diri kita lebih menarik. Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yang selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman.
* Senyum mengubah perasaan. Jika sedang sedih, cobalah tersenyum. * Senyum menular. Ketikan seseorang tersenyum, Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia * Senyum menghilangkan stres. * Senyum meningkatkan imunitas. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum * Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.
* Senyum membuat Anda kelihatan sukses. Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik. * Senyum membuat orang berpikir positif. Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saar tersenyu,, tubuh menerimanya sebagai anugrah.

Jadi dengan demikian, boleh disimpulkan bahwa senyum dan tertawa bisa lebih mendekatkan akan target atau impian yang ingin kita raih bukan? :) Jadi tunggu apalagi?

** Terima kasih utk sahabat-sahabatku yang telah meningatkan. Semoga Alloh memberkati.

Sabtu, Juni 19, 2010

Inilah tambahan Bukti KPU pemilu 2009 tidak independen




Jejak Anas Urbaningrum terulang. Anggota KPU Andi Nurpati menjadi pengurus Partai Demokrat. Memang tidak ada larangan, tapi tindakan ini telah melangkahi makna independen. Sekadar petunjuk tambahan, KPU tidak netral pada Pemilu 2009 lalu.

Setelah Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mengumumkan susunan pengurus DPP PD, Kamis (17/6/2010), beberapa aktivis pemantau pemilu dan pengamat pemilu, geram. Mereka kecewa dan marah mendengar anggota KPU, Andi Nurpati, masuk dalam jajaran DPP PD.

Para pemantau dan pengamat pemilu sudah menyimpulkan, kelemahan menonjol dari KPU Pemilu 2009 adalah gampangnya lembaga ini diintervensi pihak luar, baik partai politik, pemerintah, maupun organisasi masyarakat. KPU 2009 sesungguhnya tidak mandiri dalam menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara pemilu sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 22E ayat (5) UUD 1945.

Banyak bukti yang bisa ditunjukkan, mulai dari keterlibatan dalam penyelesaian
kekisruhan Pilkada Maluku Utara, jadwal kampanye yang disesuaikan dengan kunjungan presiden, kedatangan Ketua KPU ke TPS Cikeas, pengubahan hasil penghitungan suara, hingga kebijakan yang berubah-ubah dalam menangani Pilkada Toli-toli belakangan ini.

Namun, mereka tidak mengira, bahwa ketidakindependenan KPU tersebut dilanjutkan dalam bentuk wadag: anggota KPU masuk dalam pengurus partai politik, seperti dilakukan Andi Nurpati. Sebab, apa yang dilakukan oleh Anas Urbaningrum pasca-Pemilu 2004, sesungguhnya telah menuai kritik tajam. Tentu para (calon) anggota KPU periode berikutnya telah menyadari hal itu.

Artinya, jika dari awal menyadari bahwa dirinya tidak mampu membendung libido politik untuk berpartai, maka seharusnya mereka tidak perlu menjadi anggota KPU. Apalagi mempunyai pikiran menempatkan KPU sebagai batu loncatan untuk menjadi pengurus partai (sebagimana dilakukan Anas Urbaningrum) atau menjadi pejabat publik (sebagimana terjadi pada Hamid Awaludin).

Dua kasus itulah yang melatarbelakangi lahirnya ketentuan persyaratan menjadi anggota KPU sebagaimana diatur dalam UU No 22/2007. Pasal 11 huruf a menyatakan, bahwa syarat menjadi anggota KPU adalah, “bersedia tidak menduduki jabatan di pemerintah dan BUMN dan BUMD selama masa keanggotaan.”

Sedang Pasal 11 huruf i menyatakan, “tidak pernah menjadi anggota partai politik yang dinyatakan dalam surat pernyataan yang sah atau sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 5 tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus partai politik yang bersangkutan.”

Memang pasal itu hanya menyaratkan (calon) anggota KPU bukan berasal dari partai politik. Pasal itu tidak bicara, larangan anggota KPU atau mantan anggota KPU untuk menjadi partai politik. Namun teks itu harus dimaknai bahwa anggota KPU tidak boleh menjadi anggota partai politik baik sebelum maupun sesudah.

Jika sebelum menjadi anggota KPU telah menjadi anggota partai politik, maka dia tidak mungkin melepaskan dirinya dari kepentingan partai politiknya dalam proses penyelenggaraan pemilu. Sebaliknya, jika sesudah menjadi anggota KPU diperbolehkan menjadi anggota partai politik, maka anggota tersebut akan cenderung membela kepentingan partai politik yang hendak dimasukinya.

Hakekat ketentuan Pasal 11 UU No 22/2007 itulah yang diakali oleh Andi Nurpati. Sesungguhnya dia paham hakekatnya, tetapi pura-pura tidak paham, karena dia sadar dirinya sedang bermain politik. Sekali lagi, inilah cara mengakali teks undang-undang, sebuah kecerdasan politisi kita yang tiada tanding.

Kasus Andi menjadi PR buat para perancang Perubahan UU No 22/2007, bahwa persyaratan, pembatasan dan pelarangan (calon) anggota KPU memang harus jelas, sejelas-jelasnya, agar tidak dimainkan oleh orang-orang yang berlagak independen, namun sesungguhnya naluri berpartainya sangat tinggi.

* tulisan opini dari rekan wartawan mas Didik Supriyanto: wartawan detikcom.

Senin, Mei 17, 2010

Dagelan Penggerebegan Teroris


Beberapa hari terakhir masyarakat kembali dikejutkan oleh operasi penangkapan dan penembakan teroris. Pekan lalu, belasan orang ditangkap di kawasan Pejaten, yang hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari markas Badan Intelijen Negara (BIN). Rabu siang lalu (12/5) sekelompok orang ditangkap di Cikampek, Jawa Barat, dan menewaskan dua orang di antara mereka. Beberapa jam kemudian, tiga tersangka teroris juga diterjang timah panas polisi dan tewas saat turun dari taksi di keramaian jalan
Sutoyo Siswomihardjo, kawasan Cililitan, Jakarta Selatan.

Lewat corong media massa, polisi mengatakan bahwa mereka adalah tersangka teroris. Awalnya polisi baru mengatakan bahwa mereka terlibat dalam kasus teroris Aceh yang ditangkap dan didor dua bulan lalu. Belakangan, polisi mengatakan bahwa mereka juga terlibat kasus bom Marriott dan bom Kedubes Australia. Bahkan kabarnya salah seorang
tersangka yang ditembak polisi adalah Umar Patek, salah satu pelaku Bom Bali I, yang sempat diberitakan tewas di Filipina.

Hari ini, Kamis (13/5) polisi ternyata sudah langsung bergerak ke Solo, termasuk komandan lapangan Densus 88 Kombes Muhammad Syafei yang sampai kemarin sore masih berada di Cikampek. Sang Kombes juga sempat memberikan clue kepada tim liputan kami bahwa, “Akan ada gunung meletus di Solo.” Di Solo polisi ternyata menangkap tiga orang tersangka, entah di mana ditangkapnya, kemudian menyerbu sebuah rumah bengkel. Di tempat inilah polisi menemukan sepucuk M-16, pistol, peluru, dan buku-buku jihad (!)… Hmmm… Sigap nian polisi kita.

Namun ada yang menarik dalam penggerebegan teroris di Solo kali ini. Sebab, sebelum penggerebegan itu, polisi sempat menggelar brieffing terlebih dahulu dan persiapan-persiapan seperlunya di sebuah rumah makan. Di tempat itu pula –di pinggir jalan— mereka baru memakai rompi anti peluru setelah melempar-lemparkannya sebentar di antara mereka, memasang sabuk, penutup kepala, senjata api dan persiapan-persiapan
lain. Beberapa warga yang melintas sempat menonton mereka show of force, dan terkagum-kagum heran melihat semua persiapan itu. “Wah, iki Densus 88 yo, Mas, edan tenan…,” kata seorang warga.

Acara persiapan pra penyerbuan yang sangat terbuka seperti ini tentu saja jarang terlihat pada penggerebegan sebelumnya. Pada penyerbuan-penyerbuan sebelumnya, biasanya polisi sudah memakai pakaian tempur lengkap dan masuk ke lokasi di malam hari atau pagi buta. Sementara pada acara persiapan tadi pagi, matahari sudah mulai hangat di tengkuk. Saat itu sebenarnya beberapa wartawan cetak dan elektronik sudah mulai berdatangan ke rumah makan itu. Sayang mereka tidak berani mengambil momentum bersejarah ini…

Nah, setelah semua anggota lapangan memakai peralatan rapi, mereka lalu masuk ke mobil dan langsung bergerak. Hanya bergerak sebentar tiba-tiba mobil-mobil Densus 88 itu berhenti. Para anggota lapangan pun bergerak mengepung sekitar lokasi dan kemudian memasuki rumah yang dipakai menjadi bengkel itu. Para wartawan yang mengikuti mereka sampai tergopoh-gopoh karena terkejut. Mereka tidak mengira rumah sasaran sedekat itu. Tahukah anda, berapa jaraknya dari rumah makan tadi? Hanya
200 meter, dan terlihat jelas dari restoran tadi!!

Maka drama penggerebegan yang tidak lucu itu pun terjadi. Para wartawan bisa mendekat ke TKP bahkan sampai ke pintu rumah bengkel tadi. Para anggota Densus 88 itu pun bisa diambil gambarnya dalam jarak dekat. Mereka sama-sekali tidak berusaha menghalangi atau melarang, mereka juga tidak mengusir para wartawan. Para petugas membiarkan para cameraman televisi mengambil gambar hingga di pintu rumah itu, dan bisa mengambil gambar ketika anggota densus 88 berada di salah satu ruangan.

Dalam rekaman para cameraman televisi, Lazuardi reporter/cameraman Metro TV dan Ecep S Yasa, dari TV-One tampak diberi privilege untuk mengambil gambar terlebih dahulu dari wartawan lain. Meskipun demikian mereka juga sempat disuruh keluar terlebih dahulu, “Nanti dulu-nanti dulu, belum siap,” kata seorang anggota Densus 88. Para wartawan sempat bertanya-tanya, apanya yang belum siap. Namun ketika boleh masuk, para wartawan melihat bahwa barang bukti sudah tersusun rapi di lantai.

Yang sangat menarik, bagi wartawan yang sudah biasa meliput penangkapan teroris, tampak jelas dari bahasa tubuh mereka, bahwa para anggota Densus 88 itu tidak menunjukkan tanda-tanda stres yang menyebabkan adrenalin melonjak. Mereka tampak lebih santai dari pada ketika mereka menggerebeg tersangka teroris sebelumnya. Bahkan mereka menunjukkan kegembiraan yang janggal ketika saling mengacungkan jempol, tos dan sebagainya, setelah operasi dinyatakan berhasil.

Perilaku yang aneh juga tampak ketika para perwira Densus 88 termasuk komandan lapangan mereka, Kombes Muhammad Syafei datang ke rumah bengkel itu dan mau diambil gambarnya oleh para wartawan, bahkan dalam posisi close-up. Padahal selama ini dia dikenal paling alergi dengan kamera wartawan. Tak segan-segan ia menyuruh wartawan mematikan camera atau menghapus gambar yang ada dirinya.

Kejanggalan pun semakin lengkap ketika beberapa warga mengakui bahwa sebenarnya sehari sebelumnya rumah bengkel itu sudah didatangi sejumlah orang bertampang tegap, yang menurut warga adalah polisi…. “Ya mirip mereka-mereka itu, mas…,” kata mereka.


Lalu, apa artinya semua ini?

(Dikutip dari posting Hanibal W. di Facebook)

Sabtu, Mei 15, 2010

Jenuh, bagaimana solusinya


Tidak tau kenapa akhir-akhir ini kemalasanku memuncak. Rasanya ingin terus ditempat tidur terus, makan terus, dan maen game. Kebiasan mengagendakan jadwal kerja harian ataupun evaluasi dimalam hari sudah hampir 2 minggu ini tidak berjalan. Dampaknya, sehari-hari seperti tanpa arah. Ngalor-ngidul tidak jelas. hehe
Cucian selama 2 minggu blm tak cuci, mw ke laundry kyknya cukup mahal kalo bajunya seabreg gitu. dari pada uang buat nyuci mending buat makan. haha *dasar anak kosan.
dan utk situasi kamar, sudah tentu tidak bisa saya gambarkan lagi, anda pasti sudah bisa membayangkan kamar seorang cowo yg malasnya sedang memuncak, haha seperti kapal pecah.

Ternyata hal seperti ini seharusnya tidak terjadi, kenapa? karena ternyata berdampak pada psikologi kita. Semangat bekerja, belajar, bahakan beribadahpun terganggu. pekerjaan semakin menumpuk, dan akhirnya stress. Masalahpun bukannya terseleikan, malah bertambah. Kejenuhan itulah yang akan muncul.

Tidak bisa dipungkiri memang, dalam kita bekerja, bersekolah, ataupun berkehidupan sehari-hari akan selalu mengalami rasa jenuh. Beberapa faktor yang menyebabkan rasa jenuh, sudah tak sebutin tadi. Ada masalah yg tidak segera diseleseikan atau dihadapi, malah kabur, males2an dirumah dll. Kalo sudah bagitu bukannya menyeleseikan masalah malah makin runyam. Nah itu pula yang mungkin pernah anda alami. dont worry, its normaly

Nah Kalo menurut Abu Farras Mujahid, dalam bukunya yang menyebabkan orang jenuh Pertama, lemahnya tekad dan kemauan. Kejenuhan akan mengakibatkan kemalasan, dan kemalasan akan mengakibatkan keinginan berbuat maksiat. Kejenuhan tidak akan terjadi jika tekad dan kemauan kita kuat. Batu penghalang setinggi apapun akan dapat dilewati dan ujian dan cobaan seliat apapun akan dilalui juga. Tokoh-tokoh besar dalam sejarah adalah orang-orang yang tekad dan kemauannya kuat. Mereka melakukan pekerjaan mereka dengan istiqomah. Mereka memiliki visi dan misi hidup yang jelas. Mereka selalu mencium aroma penghargaan dari Tuhan dan umat manusia.

Jika saja Thomas Alva Edison berhenti pada kegagalannya yang ke seribu dalam menciptakan bola lampu, niscaya ia tidak akan mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari umat manusia. Bagi mereka yang lemah tekad dan kemauannya, pandanglah ke depan, lihatlah di ujung jalan yang sedang kita tempuh, orang-orang menanti kita dengan wajah tersenyum puas dan bahagia. Mereka sedang menanti kita untuk memberikan penghargaan. Mereka akan mengucapkan terima kasih, pelukan hangat, doa, dan dukungan kepada kita.

Dengan tekad dan kemauan yang kuat itulah mengapa orang-orang seperti Ibnu Sina diangkat menjadi bapak kedokteran, Ibnu Khaldun diangkat menjadi bapak ilmu sosiologi, Thomas Alva Edison dikenal sebagai seorang pencipta paling terkemuka di abad ke-20, dan Einstein dikenal sebagai ilmuwan terhebat di abad ke-20. Dengan tekad dan kemauan yang kuat itulah Barack Obama diangkat menjadi Presiden Amerika, Stephen Hawking yang walaupun cacat adalah ilmuwan terhebat di abad ke-21.

Kedua, sering menunda-nunda pekerjaan. Jika kita menunda-nunda pekerjaan, berarti kita sedang menumpuk-numpuk pekerjaan. Biasanya ketika melihat pekerjaan yang begitu banyak, kita menjadi susah berkonsentrasi. Karena merasa berat, kita meninggalkannya. Terus saja pekerjaan itu semakin banyak bertumpuk. Tidak ada habis-habisnya.

Jika kita merasa jenuh, ada baiknya kita memeriksa apakah ada pekerjaan yang belum terselesaikan. Dengan menyelesaikan pekerjaan yang sudah seharusnya kita selesaikan, berarti kita mengurangi beban kita. Jika kita sudah masuk di dalamnya, kita akan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tinggal kita istiqomah dalam menjalankannya hingga tugas itu satu demi satu dapat terselesaikan dengan baik.

Tentang larangan menunda-nunda pekerjaan, Allah Swt. telah memberikan isyaratnya kepada kita. Allah Swt. berfirman dalam surat Alam Nasyrah ayat 7, “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Dalam ayat ini, Allah Swt. seolah tidak memberikan jeda kepada kita untuk bermalas-malasan. Kita harus menyelesaikan pekerjaan kita dengan sungguh-sungguh dan setelah itu mengerjakan pekerjaan yang lain dengan sungguh-sungguh pula. Hidup ini terus saja berputar sampai kita menemui ajal.

Ketiga, kemaksiatan membuat kita lemah. Kemaksiatan adalah nama lain dari kehinaan, kemunduran, kehancuran, ketakutan, dan kebinasaan. Ketika kemaksiatan sudah menggerogoti diri kita, maka semangat dalam beramal akan memudar bahkan tidak ada sama sekali. Mungkin pada awalnya kita bersemangat dalam beramal, namun kemudian berhenti di tengah jalan sebelum mencapai tujuan. Jika semangat kita sudah mulai lemah, introspeksilah diri kita apakah ada kemaksiatan yang telah kita lakukan sebelumnya.

Obat bagi orang-orang yang telah berbuat maksiat adalah bertaubat dan taqarub kepada Allah Swt.. Dengan taubat, Allah akan membersihkan hati kita dari noda-noda maksiat, dan dengan taqarub, Allah akan memberikan kita kekuatan. Karena, tiada daya dan kekuatan kecuali berasal dari Allah. Jika Allah memberikan kekuatan kepada kita, tidak ada yang sanggup melemahkan kita. Jika Allah memberi petunjuk kepada kita, tidak ada yang sanggup menyesatkan kita meskipun seluruh setan dan manusia bersatu untuk menyesatkan kita. Ketaatan kepada Allah adalah nama lain dari kemuliaan, kebahagiaan, kesuksesan, kejayaan, dan keberanian.

Sabtu, April 17, 2010

i hate this! i hate Insomnia!


Jam tanganku bergetar, huft ternyata sudah pukul 2.45 wib,tapi mataku nda bisa tertutup. hei! whats wrong with me? punggung ini sudah pegal, badan ini sudah lemes, mata sudah tak coba untuk saya pejamkan. But, i can't to sleep!
huft, berbgai cara pun sudah aku coba, minum susu sudah, ngitung mundur ekor monyet, dan kata ari coba ngaji, sudah,tapi tetep gak bisa.

Bahkan buka baju dan celana aku lakukan *lho iki opo hubungane saruu saruu... ngga saru kok karena Dalam buku The Best Sex of Your Life karya Jennifer Hunt dan Dan Baritchi, digambarkan betapa tidur telanjang memberikan banyak manfaat. Sentuhan bahan seprai yang lembut pada kulit, atau sentuhan kulit Anda dan pasangan, akan mendorong peningkatan kehidupan seksual Anda, tapi malah tambah ngga bisa tidur, malah mikir yg tidak-tidak.hahaha

Padahal tadi siang aku sudah kerja cukup melelahkan, sudah ngantuk-ngantuk terus. kenapa sudah saatnya tidur nda bisa-bisa. :( akhirnya hanya melakukan BBan, mengetak-ngetik chating, FBan, Twitteran, ngegame, tetep wae nda bisa malah buat jempol tambah gede kayak habis direndam di minyak tanah * lho karet gelang po?? .red

maybe, Ini gara-gara jam kerja yang nda jelas. Bayangkan, baru datang dari Purwokerto naik purwojaya jam 3 pagi, jam 5 sudah tugas producer, eh harusnya pulang jam 14, manjang karena harus siaran, nda masalah sih sebenarnya tapi dah kesel ki badanne. Besoknya masuk jam 14-23.sampe rumah jm 00.30an solat, sikat gigian tidur baru jam 1an jam 3.30 dah bangun lagi. Besoknya jadwal harusnya masuk jam 14,jd mw tidur dulu jam 8, eh tiba-tiba ditelp suruh masuk jam 9-18 karena semalem belum tidur. nguantuk berat tapi aku tahan.

eh keesokan harinya masuk dinihari, yuk mariii nguantuk pisan kerjanya, tapi tetep aku tahan biar ga tidur. what's the effect? METABOLISME ku TERGANGGU! karena jam TIDUR tidak teratur!! Sulit tidur sudah pasti menggangu. Tubuh menjadi kurang segar, stamina menurun, dan aktifitas harian pun turut terimbas. :( *klo dah ada istri sih nda malah.. bisa tem**pur
Bagaimana aku bisa cepat gendut? bagaimana aku bisa fit lagi 100 %? setelah kena sakit hampir selama 2 minggu. Makan aja nda napsu! *tapi napsu utk nikah tetep! hehe.red


Akhirnya, telp ke seorang teman yg kebetulan dokter, kebetulan juga lagi jaga, dan katanya Setiap orang itu mempunyai kebutuhan lama tidur yang berbeda. Sebagian orang cukup dengan hanya tidur selama 4-5 jam saja setiap malam, bahkan ada yang minimal perlu 8 jam untuk tidur semalam. Insomnia sebenarnya bukan terkait dengan berapa lama tidur, tetapi yang lebih penting bagaimana kualitas tidur anda.

Gejala insomnia dijelaskannya sebagai berikut:

Sukar untuk memulai tidur dan lama tidak bisa memejamkan mata.
Mudah tertidur tetapi bangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur kembali.
Sering terbangun di tengah malam sehingga sering mengantuk di siang hari.

Penyebab umum yang terjadi:

- Stres di rumah atau tempat kerja (bisa juga nih)
- Perubahan pola hidup, pindah rumah misalnya. (hemm.. ya ya ya..)
- Lingkungan yang ramai sehingga tidak nyaman untuk tidur (nda juga nih, lingkungan ane sepi)
- Penyakit yang menyebabkan nyeri, sesak nafas atau sering buang air kecil (hemm....)
- Pertambahan usia (yup mau nambah jadi 25)
- Cemas dan depresi (mungkin juga nih)

Bagaimana cara mengatasi dan apa yang harus dilakukan?

- Usahakan untuk tidur pada jam yang sama setiap malam (nah inilah faktor utama ane fiuh)
- Pastikan tempat tidur nyaman dan suhu ruang sesuai kehendak
- Jangan memikirkan masalah kehidupan sehari-hari, sisihkan masalah anda. (lg nda ada masalah)
- Olahraga ringan pada sore hari bisa membantu, tetapi jangan melakukanya saat sebelum tidur.
- Hindari minum kopi, alkohol, atau merokok sebelum tidur. (nda doyan)
- Hindari kebiasaan tidur siang (nda pernah tidur siang juga)
- Jika masih tidak bisa tidur, jangan hanya berbaring dan mencemaskanya. - Bangun untuk membaca buku, mendengarkan musik lembut, minum susu hangat, dan kemudian coba tidur kembali. (ga ngefek)
- Jika berlangsung setiap malam dan mengganggu aktifitas sehari-hari, hubungi dokter...

fiuh! KAYAKnya besok mau beli 'LELAP' aja deh... *promosi mode on
semoga kalian tidak terkena insomia ya..
selamat istirahat

Kamis, April 15, 2010

KOSAN - KONTRAKAN


Menjadi anak kosan. Pasti anda ingat dg lagunya p-project, "beginilah nasip anak kos"... Jauh dari orang tua, harus berfikir jika uang habis, harus mencuci pakaian sendiri, masak sendiri, huft apa-apa sendiri. Memang manfaatnya sangat baik untuk pengembangan diri kita,khususnya kemandirian, kedisiplinan dan tanggung jawab.

Seharusnya jika menjadi anak kosan kita harus benar-benar mengatur kegiatan kita, dan tentunya mengatur pengeluaran-pemasukan keuangan kita. Hehe dasar karena diriku boros, kadang akhir bulan sudah habis, huft :( mw tdk mau kontak ke rumah juga untuk meminta kiriman, padahal seharusnya kita lah yang mengirim ke rumah karena sudah bekerja.

Sudah lebih satu tahun saya hidup menjadi anak kosan, atau lebih tepatnya anak kontrakan. Diawali 3 bulan saya tinggal di radio dalam jaksel bersama anak-anak PLN Pusat kawan-kawan dari mas Oji, karena memang waktu itu kantor ane di Lebakbulus Jaksel. Banyak kenangan disana, suka dan duka dilalui.
Yang jelas disanalah, mas Oji bisa dekat dg Wulan sodaranya pacarku waktu itu Nina, dan diriku harus putus.hehehe Ya tak doain mas oji dan wul cepet nikah deh :)

Kemudian bulan Februari 2009, karena kantor saya dipindah ke Joglo Jakbar, maka mau tdk mau saya pun harus mencari yang dekat dengan kantor. Beberapa hari mencari akhirnya dapat juga, yakni rumah petak. Awalnya memang enak, tp lama kelamaan tidak nyaman. Bau yang tidak sedap dari belakang rumah, hingga tetangga yang suka ketok-ketok rumah dikira sy menggunakan air. Huft.. Tapi dikos tsb àϑá kenangan tentang cinta, disana saya jadian dg astari adek angkatan di kampus dulu. Hehe meskipun kandas juga bulan februari 2010 lalu. Huft. :(

Karena sudah tidak betah, Saya pun pindah ke kontrakan yang baru. Yakni di perum puri bintaro hijau Tangerang. Cukup jauh memang dari kantor,tapi tidak masalah yang penting kenyamanan dan ketenangan. Saya berdua bersama rasito,jadi tidak terlalu berat dalam hal pembayaran. Didepan àϑá masjid pula, jd bisa solat jamaah terus. :)

Àϑá cerita yang tdk bisa dilupakan yakni pada Saat idul adha yang lalu, karena kita berpikir masjid didepan rumah, jam 6 kita masih nonton tv, 15 menit kemudian baru kita kluar rumah dan ternyata WOW, jamaahnya sdh sampe depan rumah.xixixi malu kita itu, masjid dekat tp malah telat.

Awalnya rumah ini ramai sekali, banyak kawan-kawan yang bermain disini, tapi sejak bisnis hancur, sepi. Terlebih rasito pindah kerjaan dan harus meninggalkan rumah. Jujur saya kesepian. Bermain pe es hanya sendiri, tidak àϑá kawan ngobrol, padahal saya butuh teman. Disaat saya sedang àϑá dibawah,dg bisnis yang gagal,percintaan kandas, dan sakit tipes+dbd, saya butuh second opinion dari teman. Selain itu, tentunya juga mengeluarkan biaya kontrakan sendiri. Huft..

Orang tua pun memberikan masukan untuk pindah. Awalnya agak males,knp? Karena males bawa barang2nya, disini sudah nyaman,dll tapi sekarang berpikir kayaknya iya harus pergi saja. Terlebih disini saya punya trauma tersendiri. Ditempat inilah saya kehilangan beberapa hal, bisnis, sahabat, dan yang masih terluka hati ini adl kehilangan kekasih. Ck ck ck sebegitunya yah :)

Saya tidak tau akan pindah kemana lagi. Kemaren saya ketemu Rasito, agar tinggal bersama dia saja di kawasan rawa buaya jakbar. Sebenarnya saya cukup tertarik, tapi àϑá hal yang membuat saya berpikir ulang Karena dekat dg daerah duri kosambi. Daerah tersebut merupakan tempat kosan mr X anak stt PLN yang menjadi pengalaman yang tidak mengenakan. Membuka luka dan trauma klo dengar atau melihat daerah tersebut.

Yah, cari yang lain saja. Tempat yang baru. Dengan tujuan membuka kehidupan baru. Menutup hal-hal yang buruk. Bisa jadi saya ngekos di daerah depok, jika S2 saya jadi tahun ini. Atau diderah tangerang, karena saya ingin belajar ilmu agama di ponpes milik Yusuf mansyur.

Yup merasa kesepian, dan trauma atas banyaknya masalah yang dtg yang membuat saya ingin pindah. Tapi pak Parlindungan Marpaung yang merupakan psikolog memberikan nasehat,kata dia Terkadang hidup ini terasa begitu tertekan dg permasalahan yang bertubi-tubi,yang setiap harinya dirasa cukup berat saja. Akan tetapi bukankah setiap masalah yang àϑá dapat dijadikan batu pijakan untuk berbuat sesuatu yang lebih baik lagi mar?

Kita juga tidak bisa terus-menerus menyesali apa yang terjadi, sekalipun rasanya sudah tidak mungkin untuk keluar dari masalah yang àϑá. Kita harus mengubah cara pandang kita terhadap suatu masalah, dengan begitu akan ditemukan solusi-solusi baru yang mungkin tdk ditemukan sebelumnya.

Ketika menghadapi masalah sesungguhnya kita sedang menikmati pengalaman hidup yang mungkin tidak akan terulang lagi. Pengalaman bukanlah apa yang dialami seseorang melainkan apa yang dilakukan seseorang terhadap apa yang trjadi pada dirinya.
'Aslinya' seseorang akan tampak ketika seluruh aksesoris kehidupan yang dimilikinya lepas. Emas akan tampak benar-benar emas setelah melalui pengujian api, bukan ketika dia diletakan sebagai perhiasan baru.

Masukan positif yang cukup mengena dihati. Seseorang memiliki mental dan perkembangan emosi yang optimal bukan dilihat dari kekayaan atau jabatan yang tinggi, bukan pula dari pernyataannya yang muluk-muluk, dan bukan pula dari kekuasaan yang dimilikinya, melainkan dari dapur api pengujian hidup.

Mantab!! Semoga anda selalu sukses!!

kesalahan dalam berbisnis

Berbisnis atau berwirausaha itulah tujuan saya nantinya. Darah dari orang tua yang memang seorang wirausahan menurun kepadaku maskipun saat ini saya masih menjadi pekerja biasa disuatu perusahaan swasta di Jakarta.

Ya saya akui, memiliki minat dan bakat dalam membuka bisnis. Kemampuan dalam menjual sudah teruji saat menjadi sales dulu,kemampuan promosi sudah terlatih saat bekerja di kalbe sebagai tim promosi. Sifat pemimpin terlatih juga saat berorganisasi baik di kampus ataupun masyarakat. Dan lain sebagainya. Bisnispun sudah saya mulai sejak kecil hingga kuliah. Namun saat diJakarta ini, entah krn blm mengetahui daerahnya, saya blm berbisnis, padahal berbisnis itu membuat kita kaya. Bisa membuat lapangan utk kawan2 kita yang belum bekerja.

Buku-buku bahkan seminar dan dialog tentang bisnispun sudah diikuti. Ide-ide bisnispun bermunculan,akan tetapi pertanyaannya kenapa hingga saat ini belum juga terwujud? Apakah karena trauma atas kegagalan bisnis yang sudah dilalui? Ketakutan akan kerugian yang akan ditanggung lagi seperti saat itu, yang menguras tenaga, pikiran dan tidak sedikit uang yang harus ditanggung.

Entahlah. Meskipun berbisnis sudah tidak asing, namun kegagalan-kegagalan ini membuat sedikit trauma tersendiri. Bahkan keluarga dan sahabat menyarankan agar saya tidak berbisnis terlebih dahulu utk beberapa waktu. Mungkin mereka kasihan dengan kondisi saya yang berada di bawah dan sedang menjadi seseorang yang hanya memiliki harta 'nol' bahkan kadang 'minus'.haha

Akan tetapi dalam buku harian saya selalu saya tulis pengalaman kegagalan-kegagalan,sehingga bisa dievaluasi apa kesalahannya? Apa yang dibutuhkan saat ini dll? Ya saya tidak akan mundur. Kalo kata mario teguh, kita membutuhkan kesalahan untuk mencapai kualitas hasil yang lebih tinggi. Terimalah kemungkinan akan adanya kesulitan, masalah dan kesalahan. Jika kita bersungguh-sungguh bekerja keras, sebetulnya juga sedang bersungguh-sungguh menyediakan kesempatan bagi timbulnya kesalahan.

Timbulnya kesalahan dan kegagalan adalah tanda diperlukannya cara-cara yang lebih baik. Bahkan àϑá pepatah mengatakan "melakukan kesalahan bahkan kegagalan dalam melakukan sesuatu yang berguna adalah lebih baik daripada tidak pernah salah karena tidak melakukan apapun".

Saya dalam membuka bisnis, tidak pernah hati-hati dan teliti, hanya analisa simple,jika pasar bagus,produk bagus,langsung berani jalan saja dah!! Haha tertanya gagal. Akan tetapi tidak sedikit pula kawan yang sangat teliti,hati-hati membuat bisnis plan,perencanaan matang melakukan analisa dan review berulang-ulang tetapi tidak berani memulai karena takut gagal. Sepertinya saya butuh partner yang seperti itu ya.hehe

Ya saya mengerti sekarang, tak perlu risau jika mengalami kegagalan. Semua pengusaha sukses pernah mengalaminya. Bedanya dg mereka yang tidak sukses adalah mereka selalu cepat melompat ketika terjatuh. Pelajari kesalahan secara sungguh-sungguh hingga perbaikan diwaktu berikutnya lebih bermakna.

Saat di Purwokerto beberapa waktu yang lalu, Saya terinspirasi dg ponakan yang masih berusia 9 bulan, dia tidak menangis saat jatuh dalam berlatih berdiri dan berjalan. Dia mencoba,mencoba,mencoba terus. Saya yakin dia punya naluri untuk memperbaikinya. Kenapa saya tidak demikian? Kenapa saya mundur hanya karena gagal? Kenapa harus menjadi yang lemah tekad dan semangatnya?

Menurut andri wongso,dari pengalamannya sebagai wirausaha bertahun-tahun, memulai bisnis tidak harus dg modal uang. Namun, dengan tekad,semangat, dan kemauan belajar disertai pergaulan yang baik, akan menjadi modal yang sangat berharga,lebih dari sekadar uang.

Saat ini saya kembali memulai bisnis sederhana menjual kerudung, sambil bekerja sebagai seorang jurnalis di elshinta Jakarta. Namun saya juga sudah menyiapkan beberapa bisnisplan yang cukup besar juga. Mumpung masih berusia 24 tahun, kita prihatin dulu tapi 5 thn kedepan sudah menikmati hasilnya. Kita buat jalur airnya dulu, dg keprihatinan dan tekad yang kuat. Waktu tertentu pasti kita akan menikmati air yang melalui jalur yang kita buat itu.

Brad Sugar, seorang pengusaha sukses Australia mengatakan, kesuksesan kita 5 tahun mendatang tergantung pada buku apa yang anda baca saat ini,training dan seminar serta orang-orang yang anda kenal saat ini.

Salam mantab! Semoga anda selalu sukses!!

Minggu, April 11, 2010

Saya dan Sepak bola.. raih kemenangan :)

Sepak bola olah raga yang cukup digemari dibelahan dunia ini, dalam hidupku sudah tidak asing lagi. Saya mengenal sepak bola karena babeh yang suka menonton sepak bola di televisi. Selain itu lingkungan di rumah dan sekolah yang memaksa mau tidak mau harus kenal sepakbola. Sejak kelas 4 SD, saya sudah ikut klub sepakbola Indonesia Muda (IM) di berkoh Purwokerto saat itu.

Yup berawal dari situlah, mulailah pertandingan demi pertandingan,desa demi desa,lapangan demi lapangan, dari yang didesa,sampai yang berada diluar kota mulai saya jalani.dan tentunya dari satu klub,ke klub lain sudah tidak terhitung berapa tim yang sudah sempat saya bela.hehe bukan karena saking banyaknya tapi lupa nama2nya. :) Kenalan pun mulai saya dapatkan,dari yang sudah bapak2 sampai yang jauh lebih muda,bahkan wanita..hehe sok laku mode on.

Dari pengalaman itulah, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan. Bukan hanya sehat saja,namun jauh lebih besar. Banyak masalah dengan teman satu tim,pelatih,manager..hihi klo di indonesia istilah akrabnya pengurus, itu sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan pernah, hanya gara-gara saya nyletuk,"ah payah masa gitu saja sudah lemes" temanku yang akrab menjadi diam seribu bahasa dan menjauh sampai beberapa bulan..huft memang lidah ini harus dijaga ya. Bukan hanya perselisihan dg tim saja,tapi juga dengan tim lawan,dan wasit serta penonton.

Pernah saat itu saya ikut kompetisi di lapangan bobosan purwokerto,lawannya mana sy sudah tidak ingat. Saat itu menjadi bek tengah, strikernya bener2x sulit sekali untuk dijaga. Tapi hanya dg membuat sedikit emosi ke dy dg berbagai cara dy terpancing. Hasilnya great!! :) setiap dy lolos dan tinggal berhadapan dg kiper tendangannya selalu melenceng atau terlalu ke atas. Haha emosi memang tidak baik ya, efeknya Gªĸ menyenangkan. Tapi dari situ juga, tawuran pun tak bisa dielakan..huft ngeri cing klo penonton dah ikut2an.

Yang lucu,adalah saat itu saya mencaci wasit saat kompetisi sepakbola di kampus. Eh beberapa bulan kemudian saya ketemu beliau tyt kerja di tempat yang sama. Dan menjadi teman satu tim saat membela tim extra joss purwokerto, jago lho mainnya..haha memang lidah dan sikap ini sangat perlu sekali dijaga. :) jadi Gªĸ malu kalo pas udah baikan.hehe

Banyak sekali cerita masalah yang dihadapi saat aktif di sepakbola. Menjadi kapten,pengurus, yang mau tidak mau kita harus jaga anak-anak kita,jaga relasi,tidak boleh emosi,dan tentunya harus siap duit yang cukup banyak.haha kadang gaji sy kerja sambilan saat itu, dihabiskan hanya utk biaya perjalanan pertandingan. Tapi Gªĸ papa toh hati menjadi senang.

Àϑá beberapa hal yang sangat membekas dihati ini dan merubah sikap saya. Karena sepak bola, saya menjadi orang yang pantang menyerah,terus berusaha sampai waktu habis,selama belum usahakan terus pasti àϑá peluang utk mencapai kemenangan. Kemudian dalam hal komunikasi,interpersonal skill, menjadi lebih baik.menghormati dan mempercayai kawan dg kemampuannya karena kita bekerja secara tim.

Sportifitas selalu saya junjung, bersaing menjadi yang terbaik dg cara yang sehat dan menerima segala keputusan dg senang hati. Merasakan tidak enaknya kekalahan, mencicip bahagianya meraih gelar juara. Yah, berlatih,berlatih, action,action,trs berusaha menjadi yang terbaik. Pantang menyerah untuk selalu menjadi yang terdepan. Prihatin dlu utk meraih kemengan.kemenangan yang bukan utk diri sendiri saja tentunya, tetapi untuk tim,untuk keluarga,dll.
Kemenangan dunia akherat.kemengan hidup kita, untuk menjadi yang terbaik dihidup kita yang pendek ini. :)

Ayo semangat!! Raih kemenanganmu kawan!! Salam.

kasus tvone,polisi,dan markus aspal

“...aku matiin HP karena aku dicari pimpinan. Aku nggak berani ke kantor pusat di Pulogadung (Kantor TVOne) karena didesak pimpinan disuruh buka identitas kamu. Aku menolak, jelas bukan dari saya. Saya nggak kasih tahu apapun soal Abang.” (detikcom, 9 April 2010, 16:35 WIB).

Dari sekian banyak dimensi dalam kasus ini, bagian inilah yang paling menarik perhatian saya. Itulah isi komunikasi melalui Blackberry antara Andris Ronaldi dan presenter Tv One, Indy Rahmawati, yang dibuka kepada umum oleh Polri dalam sebuah jumpa pers, 9 April 2010.

Andris Ronaldi adalah narasumber Tv One dalam acara talkshow “Apa Kabar Indonesia” (AKI) yang ditayangkan 24 Maret 2010. Dengan wajah tertutup, Andris yang diwawancarai presenter Indy Rahmawati, dikenalkan sebagai salah seorang makelar kasus (markus) yang aktif di lingkungan Mabes Polri. Tak lama kemudian, Mabes Polri mengumumkan bahwa narasumber Tv One itu palsu, sehingga “Bang One dan kawan-kawan” diadukan ke Dewan Pers. Setelah acara talkshow itu, polisi memang berusaha mencari identitas dan keberadaan Andris, hingga akhirnya ditemukan. Kepada polisi lah, Andris bernyanyi bahwa ia dijebak Tv One untuk mengaku sebagai markus demi kepentingan talkshow.

Tentu saja Tv One membantah. Dalam sebuah jumpa pers, jajaran redaksi mengatakan akan menggugat balik bekas narasumbernya itu. Tapi di saat yang sama, redaksi juga meminta maaf yang “sebesar-besarnya bila institusi Polri dan Bapak Kapolri terganggu” (detikcom, 9 April 2010, 17:36 WIB).

Bila benar susbtansi pesan tersebut –bahwa Indy diminta pimpinan di redaksi untuk membongkar jatidiri narasumbernya, dan ia tidak sedang membual kepada Andris, maka ini adalah indikasi pelanggaran jurnalistik yang tak kalah serius. Ini harus menjadi bagian penting yang diklarifikasi oleh Dewan Pers saat memanggil awak redaksi Tv One.

Potongan isi SMS tersebut memang masih bisa ditafsirkan dua hal: pertama, pimpinan Tv One meragukan kredibilitas narasumber bawahannya, dan berupaya memverifikasi sendiri; atau kedua, pimpinan Tv One sedang membantu seseorang atau institusi yang berusaha menemukan identitas narasumber yang seharusnya justru mereka lindungi.

Sumber Anonim

Bagian ini juga bisa digunakan sebagai pintu masuk untuk mengurai polemik dugaan markus palsu di Tv One. Bila pimpinan Tv One pernah mendesak agar Indy membuka indentitas narasumbernya untuk tujuan verifikasi, maka sesungguhnya sistem di redaksi sudah bekerja dengan baik. Mereka sudah mendeteksi masalah kredibilitas Andris sebagai narasumber anonim dalam talkshow tentang markus. Hal ini mestinya disampaikan kepada publik saat para juranlis Tv One menggelar jumpa pers, 9 April lalu.

Tapi sejauh ini, hal tersebut tidak muncul. Bahkan, seperti diakui General Manager Tv One, Totok Suryanto, Andris sudah berkali-kali menjadi narasumber Tv One seperti di program AKI Pagi (18 Maret 2010), Nama dan Peristiwa, bahkan talkshow Jakarta Lawyers Club yang (biasanya) dipandung langsung Pemimpin Redaksi Karni Ilyas. Dus, kecil kemungkinan pimpinan Tv One “mengejar-ngejar” Indy Rahmawati agar memberikan nomor telepon Andris untuk kepentingan verifikasi.

Sehingga saya beranjak pada dugaan kedua, bahwa isi SMS yang terjadi pada 25 Maret 2010 itu, justru mencerminkan adanya upaya malpraktik jurnalistik yang dilakukan atasan Indy, untuk mengkhianati integritas jurnalisnya sendiri. Pimpinan Tv One patut diduga sedang membantu seseorang atau institusi yang berkepentingan dengan jatidiri si narasumber anonim itu.

Sebelum kasus ini muncul ke permukaan, Andris Ronaldi secara jurnalistik berstatus sumber anonim. Narasumber yang jatidiri dan keberadaannya wajib dilindungi oleh redaksi. Karena kewajiban inilah, maka redaksi memiliki konsekuensi menanggung semua akibat yang timbul dari informasi yang disampaikan oleh sumber tersebut. Bila seorang wartawan setuju untuk menggunakan sumber anonim, maka tanggung jawab sudah diambil alih olehnya. Termasuk konsekuensi bila ternyata si narasumber adalah penipu.

Karena konsekuensi yang tak ringan inilah, maka dalam praktik jurnalistik, sumber anonim tak bisa digunakan sembarangan. Ketika Bob Woodword dan Carl Bernstein membongkar skandal Watergate yang melibatkan Presiden Richard Nixon di era 1970-an, mereka juga menggunakan petunjuk-petunjuk yang diberikan seorang sumber anonim dengan nama “Deep Throat”. Tapi tak setiap keterangan Deep Throat ditelan mentah-mentah. Editor The Washington Post, Ben Bradlee, saat itu menerapkan kriteria yang harus dipatuhi Woodword dan Bernstein. Agar keterangan Deep Throat layak muat, maka harus didukung oleh “deep throat” lain yang tak saling terkait.

Woodward dan Bernstein memilih bungkam selama 30 tahun untuk menyembunyikan identitas narasumbernya, hingga pada bulan Mei 2005, pensiunan Wakil Direktur FBI, William Mark Felt mengaku bahwa dirinyalah sang Deep Throat. Pengakuan itu disampaikan dalam sebuah wawancara di majalah Vanity Fair yang bahkan mengejutkan bagi kedua wartawan itu sendiri.

Begitulah wartawan menjaga kerahasiaan narasumbernya. Bila seorang jurnalis punya reputasi berkhianat, maka kredibilitasnya tamat, dan tak ada lagi narasumber yang bersedia membantunya (sampai hari kiamat). Pimpinan di redaksi yang biasanya adalah jurnalis senior, mestinya jauh lebih memahami hal-hal seperti ini, dan tidak terlibat dalam persekongkolan dengan pihak manapun untuk mengkhianati sumber dan mengorbankan wartawannya sendiri.

Menggugat Narasumber

Saya kira banyak yang salah menafsirkan ketika redaksi Tv One bermaksud menuntut Andris Ronaldi. Sejauh yang saya pahami, redaksi Tv One tidak menuntut Andris karena telah menjadi narasumber palsu, melainkan karena telah menuding televisi itu melakukan rekayasa. Ada dua hal yang secara substansi perlu diverifikasi dari pengakuan Andris: Pertama, dia mengaku dijebak. Andris mengaku, semula ia diundang untuk menjadi narasumber dalam topik seputar Tenaga Kerja Indonesia (TKI), tapi kemudian dibelokkan menjadi isu markus. Kedua, dia mengaku diminta menghafal skenario tanya-jawab yang sudah disiapkan tim Tv One tentang peran markus di Mabes Polri.

Keterangan Andris ini memang bertabur kejanggalan, dan Dewan Pers mestinya dengan mudah memverifikasinya. Sejauh informasi yang beredar di media massa, Andris Ronaldi adalah humas sebuah klub penggemar motor bermesin besar (moge). Dia juga disebut-sebut pernah bekerja sebagai penjual alat-alat kesehatan, karyawan perusahaan pembiayaan, bahkan punya bisnis periklanan. Di atas kertas, sebagai jurnalis, saya belum melihat sedikitpun kompetensi Andris dalam topik ketenagakerjaan, terutama TKI. Karena itu perlu diuji, misalnya dengan menanyakan singkatan BNP2TKI. Tak semua jurnalis atau anggota Dewan Pers hafal singkatan itu. Tapi sebagai narasumber topik TKI, mustahil Andris tak hafal luar kepala.

Kedua, pengakuan bahwa redaksi Tv One menyiapkan skenario pertanyaan dan jawaban memang kurang masuk akal. Bukan karena ruang redaksi media dijamin steril dari kebohongan dan rekayasa, melainkan karena konteks topiknya, yakni markus di Mabes Polri. Sebab, wartawan sendiri bukan malaikat yang tak tergoda membikin rekayasa. Justru semakin besar kasusnya, makin besar pula godaan untuk melakukan kebohongan.

November 2006, koran besar Jawa Pos tersangkut skandal wawancara palsu istri tersangka teroris Dr. Azhari. Wawancara eksklusif via telepon itu ternyata bodong sebab istri alarhum Azhari ternyata tak bisa berkomunikasi dengan baik. Ada gangguan pada pita suaranya yang tak memungkinkannya berbicara secara jelas dan lugas dalam komunikasi verbal tatap muka, konon lagi melalui telepon.

Jadi, bila saya menganggap skenario tanya jawab yang disebut-sebut Andris itu kurang masuk akal, bukan karena saya percaya sepenuhnya integritas para jurnalis Tv One (terutama setelah berita yang fatal tentang fakta kematian Noordin M Top), tapi karena topik ini telalu sensitif secara politik bagi ruang redaksi.

Siapa yang tak tahu bahwa televisi ini kerap mendapat akses khusus untuk topik-topik liputan yang berkaitan dengan polisi, terutama terorisme. Akses dibangun dari lobi institusi, ketekunan individu, bahkan dalam kasus tertentu “jurnalisme transaksional” (dimulai dari hal sepele seperti menyebut “gugur” untuk anggota polisi, dan “tewas” untuk teroris).

Dengan dependensi yang seperti ini, saya ragu Tv One berani “cari gara-gara” dengan merekayasa talkshow tentang markus yang bergentayangan di Mabes Polri. Dus, saya memang ragu dengan keterangan Andris, sebab yang paling diuntungkan dengan pengingkaran ini sejatinya adalah Mabes Polri sendiri. Bila publik bisa diyakinkan bahwa Andris adalah narasumber bodong, maka selamatlah wajah korps Polri yang baru saja kehilangan dua jenderalnya dalam kasus Gayus Tambunan itu.

Permintaan Maaf Itu

Satu lagi indikasi bahwa Tv One mustahil “cari gara-gara” dengan merekayasa talkshow tentang polisi, adalah fakta bahwa redaksi televisi ini langsung meminta maaf kepada polisi atas munculnya masalah ini (9 April 2010). Logika orang ramai lantas dipenuhi pertanyaan: Meminta maaf atas apa? Karena telah menampilkan narasumber palsu? Atau justru karena telah memberitakan fakta?

Saya menganggap permintaan maaf ini “tak jelas jenis kelaminnya”. Bila Tv One meminta maaf karena menampilkan narasumber palsu, maka permintaan maaf itu lebih tepat ditujukan kepada jutaan pemirsanya, daripada untuk polisi. Publik lah—pemilik sah frekuensi yang dipinjam kelompok usaha Bakrie—yang paling dirugikan dengan penyesatan informasi, bukan semata-mata Polri. Filosofi jurnalisme yang mengabdi pada kepentingan publik (juga konsep tentang televisi terestrial) agaknya sudah tertimbun oleh hasrat untuk menyenangkan pihak-pihak tertentu demi menjaga hubungan baik. Dengan cara pandangan seperti ini, tak heran bila publik dilupakan dan bisa jadi wartawan sendiri pun dikorbankan.

Lantas kemungkinan kedua juga tak kalah ganjilnya. Bila talkshow itu memang faktual, lalu untuk apa Tv One meminta maaf pada polisi? Saya duga, permintaan maaf itu untuk menjaga hubungan baik dengan institusi Polri. Itu berarti Tv One bersikukuh bahwa Andris adalah narasumber kredibel alias markus di Mabes Polri, tapi mereka tetap meminta maaf bila berita itu menganggu tidur nyenyak para petinggi mabes. Bila ini benar, maka bagi saya ini adalah praktik “jurnalisme hamba sahaya”. Dalam struktur sosial yang feodal, seorang bawahan yang sebenarnya tak merasa bersalah, bisa saja tetap minta maaf kepada atasannya bila ada situasi-situasi yang membuat atasannya tak enak hati. Tugas jurnalisme adalah mengungkap fakta, dan tidak ada urusan apakah seorang jenderal bisa tidur atau tidak setelah hal itu diberitakan.

Bila benar ini cara berpikir jajaran pimpinan Tv One, maka agar adil, sebaiknya redaksi melakukannya setiap hari kepada setiap individu atau institusi yang menjadi obyek pemberitaan mereka. Tv One harus sering-sering mengatakan: “Redaksi yakin bahwa berita korupsi ini benar, tapi kami meminta maaf bila Anda terganggu dengan pemberitaan ini”.

Menyoal Kewenangan Polisi

Di sisi lain, dibukanya percakapan pribadi antara Andris Ronaldi dan Indy Rahmawati oleh polisi sesungguhnya bisa menimbulkan implikasi hukum. Kecuali tindakan mereka adalah persekongkolan pidana, maka tak ada hak apapun dari polisi untuk mengumumkannya kepada publik. Saya catat sudah dua kali polisi melakukan tindakan semacam ini. Yang pertama, dialami wartawan majalah Tempo, Metta Dharmasaputra, saat menekuni kasus skandal pajak Asian Agri (2007).

Polisi harus bertanggung jawab atas tersebarnya print out SMS Metta yang notabene adalah wartawan yang sedang bertugas menjalin kontak dengan mantan karyawan Asian Agri bernama Vincentius Amin Sutanto. Dalih polisi bahwa mereka sedang memata-matai Vincen (dan kemunculan telepon Metta tak terhindarkan) , terbantahkan oleh fakta bahwa print out yang beredar bukan isi SMS Metta dengan Vincen, melainkan dengan pihak lain.

Dalam kasus Tv One, selain tak punya kewenangan menyebarluaskan isi SMS Indy-Andris—karena pembicaraan mereka berdua belum tentu relevan untuk diketahui publik—dalam kasus ini, institusi polisi sesungguhnya hanyalah pihak yang terkait pemberitaan semata, bukan institusi penegak hukum. Kebetulan saja Andris mengaku sebagai markus di Mabes Polri, sehingga ketika polisi bereaksi, kita menganggapnya sebagai tindakan aparat hukum. Padahal, sekali lagi, hal itu hanya kebetulan belaka. Bagaimana bila Andris adalah markus di lembaga lain yang tak punya kewenangan menyadap, membuntuti, menginterogasi keluarga, atau menangkap? Tidakkah tindakan itu justru harus dilaporkan ke polisi?

Kita perlu meluruskan logika, sebab dalam kasus ini, polisi jelas gagap membedakan antara dirinya sebagai lembaga hukum, dan (katakanlah) dirinya sebagai korban pemberitaan. Sebagai korban pemberitaan, polisi harus tunduk pada UU Pers dan UU Penyiaran, dengan menyerahkan kasus ini untuk diinvestigasi oleh Dewan Pers atau Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Polisi sebagai korban pemberitaan, tak boleh bertindak sendiri menciduki narasumber, mentang-mentang memiliki organ untuk melakukannya.

Polisi bisa melaporkan indikasi bahwa narasumber tersebut palsu ke Dewan Pers, tapi tak bisa mencari-cari Andris karena telah menjadi narasumber di Tv One. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga hukum, polisi atau barangkali lebih tepat Propam Mabes Polri, bisa memproses Andris dalam konteks menindaklanjuti pengakuannya sebagai makelar kasus (sebagai saksi). Sebab yang harus didahulukan untuk diusut adalah para pejabat polri yang terindikasi terlibat permainan kasus, dan bukan whistleblower- nya.

Bila hasil penyelidikan ternyata nihil, maka secara hukum, Andris harus dilepas dan Polri bisa membuka kasus baru gugatan pencemaran nama baik kepada Andris dan Tv One karena pemberitaan yang merugikan korps mereka. Dan kasus ini bisa masuk dalam wilayah perdata, bukan semata-mata pidana.

Bila Andris memang bukan markus, maka tindak pidana apa yang ia langgar? Keterangan palsu? Bukankah keterangannya tidak di bawah sumpah sebagaimana layaknya di pengadilan? Bukankah ini kasus pencemaran nama baik lazimnya, yang mungkin melibatkan media dan bisa diselesaikan di jalur perdata?

Dus, tindakan polisi menyita berbagai berbagai kelengkapan kerja jurnalis dan naskah-naskahnya, adalah proses hukum yang sangat membingungkan bagi saya. Dewan Pers atau KPI harus menolak bukti-bukti itu dari tangan polisi, dan memintanya sendiri dari tangan para pihak yang akan dimediasinya.

Dewan Pers atau KPI sebaiknya melakukan langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur untuk mengurai benang (yang dibuat) kusut ini. Pertama, Dewan Pers atau KPI harus fokus pada mandatnya, yakni memverifikasi pengaduan masyarakat (dalam hal ini Polri) atas tuduhan rekayasa berita. Dewan Pers atau KPI harus mengaudit metodologi jurnalistik yang digunakan Tv One untuk menemukan narasumber anonim markus yang belakangan ternyata adalah Andris Ronaldi. Dari sanalah bisa dibuktikan, siapa yang membohongi siapa.

Kedua, Dewan Pers atau KPI harus menginvestigasi apakah redaksi Tv One terlibat pembocoran identitas sumber anonimnya kepada pihak lain, dan memastikan bahwa Indy Rahmawati atau Andris Ronaldi, tidak dalam posisi terintimidasi untuk menyeleraskan dengan “skenario” korporasi atau institusi tertentu.

Ketiga, Dewan Pers atau KPI harus mendesak Polri agar tidak gampang main pasal pidana dalam kasus ini.

Keempat, Dewan Pers atau KPI, harus merumuskan sanksi yang jelas dan tegas bila ternyata ada malpraktik jurnalistik dalam kasus ini, dan mengumumkannya kepada publik segamblang-gamblang nya, termasuk mengumumkan metodologi yang dipakai dalam menangani kasus ini agar transparan dan akuntabel.

Anggota Dewan Pers dan KPI yang di antaranya adalah para jurnalis senior, seyogyanya tetap obyektif dan berpihak pada publik, dengan tidak terjebak suasana “psikologi perkawanan” dengan elit-elit media yang sedang diperiksanya. (*)

Oleh Dandi dwi laksono Dewan Pengawas LBH Pers, Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Sabtu, April 10, 2010

Ujian ini membuatku belajar

Awal tahun 2010 yang terbayang olehku adalah kesuksesan. Wajar dan pasti dong ya, semua orang pasti akan berpikir demikian. Dan memang ternyata kesuksesan demi kesuksesan terus kudapatkan. Dari mulai bisnis yang mulai menampakan hasilnya sedikit demi sedikit tapi pasti, pekerjaan yang semakin bisa menguasai, mau topik apa saja dengan mudah saya pelajari,hubungan dengan pacar yang àϑá di cirebon waktu itupun juga semakin baik,dalam serta serius dan kesuksesan-kesuksesan lainnya.

Sampai pada bulan februari khususnya setelah hari valentine (14 februari 2010) yang bertepatan jg dengan tahun baru imlek, diriku diramal oleh kang hok kyan, dan jawabannya adalah sukses diberbagai bidang ditahun ini. Mendengar hal itu, langsunglah percaya diri semakin bertambah. Pergi ke Cirebon untuk silaturahmi,hingga malam meskipun tidak tidur karena masuk dinihari, tak bela2in.. Demi lah.‎​♓έ♓έ♓έ sok anak muda mode on.

Dari situlah, ujian demi ujian datang silih berganti. Mulai dari bisnis-bisnisku yang mulai merugi karena seseorang, sehingga mau Gªĸ mau, saya harus menanggung lerugian tersebut. Gadai motor! Cara paling aman dan mudah "mengatasi masalah tanpa masalah katanya".hehe Dan ujian2 lain, mulai kerjaan dan sebagainya datang menghampiri meskipun tak sikapi dengan solusi yang jitu. Hingga suatu saat pada tanggal 28 februari 2010.. Ujian cukup berat menurutku, ak diputusin. Huft.. Dg alasan yang mungkin tidak akan saya sampaikan ke siapapun. Hanya utk diri sendiri aja. Huft memang benar ya kata pepatah, lelaki itu lemah krn tiga hal, jabatan,harta dan wanita.

Tapi ya sudah lah.. Diikhlaskan saja, toh rejeki,jodoh dan mati itu rahasia alloh. Yang penting kita harus jd orang pemaaf dan jangan sampai memutuskan silaturahmi. Biarkan beliau bahagia dengan pilihannya :)

Ujianpun belum berhenti sampai disitu,masih banyak sekali. Mulai dari kekurangan biaya untuk tes toefl yang asli utk persyaratan beasiswa dll,meskipun masih bisa teratasi. Sampai akhirnya diriku jatuh sakit. Sakit yang tidak biasa tipus dan demam berdarah. Ya Alloh, sakit itu ternyata tdk enak. Tdk enak makan, tdk enak tidur dan tentunya tdk enak di dompet. Yah berharap inilah ujian yang bisa merubah sikapku.

Sekarang saya sadar bahwa Bersedih itu hanya akan memadamkan kobaran api semangat, meredakan tekad, dan membekukan jiwa. Dan kesedihan itu ibarat penyakit demam yang membuat tubuh menjadi lemas tak berdaya. Mengapa demikian??
Tak lain krn kesedihan hanya memiliki daya yang menghentikan dan bukan menggerakan.

Dan percaya lah bahwa Ujian itu akan mendekatkan jarak antara diri anda dg rabb, akn mengajarkan kpd anda bgmn berdoa, dan akan menghilangkan kesombongan,ujub, dan rasa bangga diri dari diri anda.

Ketahuilah, bahwa kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati,mendewasakan jiwa, mengingatkan hamba dan menambah pahala.

Itu yang saya alami, mungkin saat berada diatas,diberi kenikmatan solat saya tidak khusyu, berdoa kurang, bisa mengarah le sombong dll. Kejadian ini membuat saya sadar, kenapa harus pusing untuk duniawi orientid?? Cape pikiran,hati,dll. Ketenangan jiwa itulah yang dicari. Untuk anda yang sudah mengalami hal itu, pasti akan sepakat dengan statment saya.

Saat ini, saya hanya ingin menjadi pribadi yang baru. Yang tidak lagi bercita-cita menjadi orang terkenal dan kaya raya duniawi, tapi ingin bercita-cita menjadi hafidz, ya minimal juz 30 lah (agak berat emg sih),menjadi orang yang baik ilmu agamanya, masalah duniawi tetap dilaksanakan tapi tidak begitu ngoyo. Mencari ilmu sebanyak-banyaknya mungkin akan bermanfaat nantinya, saya percaya itu. Bersyukur,dan selalu optimis dengan takdir yang diberikan alloh. Karena sutradara kehidupan yang maha besar,yang tau apa yang hambanya butuhkan, bukan inginkan hanyalah alloh swt. Semoga crita ini bisa untuk pelajaran untuk kita semua. Amin

reuni itu utk silahturahmikan??

Beberapa waktu yang lalu saat mudik ke Purwokerto, ane bertemu dengan beberapa teman kuliah yang memang bekerja dikota itu. Kami pun saling mengobrol dari obrolan serius,bisnis,wanita dll dari siang sampai malam hari (harap dimengerti,pria jg hampir sama dg wanita.red). Nah berawal dari situlah tercetus utk saling reuni yang memang bertujuan untuk silaturahmi. Maklum kita sudah hampir 2 tahun tdk bertemu. Kebanyakan sudah pada sibuk kerja,malah tidak sedikit pula yang sudah memiliki anak. *hee ane malah blm punya pacar...

Singkat cerita mulailah menyusun rencana,menentukan kapan waktunya, dan siapa saja yang akan menjadi panitianya. Dari situ mulailah utk menghubungi atau kalo istilah kerennya 'lobi-lobi' (*wukekek kesannya kaya tim pansus DPR yah.red).

Dari hasil lobi,àϑá cerita yang cukup menarik, dari beberapa kawan yang kita hubungi hampir seluruhnya agak tidak setuju untuk melakukan reuni dalam waktu dekat ini karena belum àϑá yang bisa dibanggakan. Saat sms ke seseorang sebut saja mr.x (beuh kayak pelaku kejahatan a susila aja yah..wukekek.red)
Dia ngomong pd intinya, kalo reuni nanti ketemu dosen2x,masih malu belum àϑá yang bisa dibanggakan,S2 masih blm selesei,pkerjaan masih di swasta dll. Sedangkan salah satu teman wanita,sebut saja Bunga bukan nama sebenarnya (he3 tetep dg istilah samaran pelaku a susila.red), menyampaikan bahwa beliau malu moso kumlod kerjanya cuma seperti ini. Dan hampir semuanya menyampaikan hal yang sama. Mereka malu jika nanti ditanya dosen,atau kawan mereka dg pertanyaan seperti : kerja dimana?gajinya berapa?sudah punya anak belum?sejak kapan kerjanya?sudah punya apa aja?rumah?kendaraan? Kok sekarang penampilannya masih tidak berubah ya?dan lain-lain.

Huft, all my friend, tujuan kita mengadakan reuni itu bukan untuk saling bangga-membanggakan apa yang kita miliki dalam hal duniawi. Dirimu mau kaya, mau kerja di perusahaan yang paling terkenal sekalipun, ah biasa aja itu bukan hal yang kekal,bisa hilang kapanpun dalam sekejap. Kita reuni ini untuk saling silahturahmi,yang punya banyak manfaat,salah satunya memperpanjang umur dan mempermudah rejeki.
Kita menjadi orang yang baik saja,tidak melakukan kriminal,tidak melakukan penipuan, korupsi uang (he3 klo korupsi waktu,kita masih sering kali ya.red),dll dosen,kerabat,kawan kita pun pasti sudah bangga kok. Tidak usah berpikir yang terlalu sulit dan rumit sesuatu hal. Kalo mengutip kata DR Aidh al-Qarni, Jangan menerka-nerka peristiwa,jgn menunggu keburukan ,jangan percaya terhadap semua kabar yang tidak jelas, dan jangan menelan mentah-mentah cerita yang tidak benar. Kebanyakan yang ditakuti orang itu tidak pernah terjadi. Kebanyakan berita-berita yang menakutkan itu tdk pernah trjadi. Di sisi Alloh lah semua pengawasan dan pertolongan.

Yup, :) hanya ingin menyampaikan sesuatu hal saja, mari kita jadi diri kita sendiri apa adanya sehingga dirimu bisa menikmati hidup, syukuri apa yang kita dapat agar tidak mengeluh. Semoga kalian sukses kawan, tentunya sukses dunia dan akhirat. Salam hangat :)