Kamis, November 11, 2010

Jodoh gampang-gampang susah ya


Di buku impianku yang aku tempel dikamar, aku menulis menikah usia 26 tahun. Berarti satu tahun lagi dong ya, kalo tidak tahun 2011 (setelah bulan juni) atau tahun 2012 (sebelum bulan juni tentunya). Impian itu aku tulis tahun 2006, aku menulis bersama Rizkina Melia saat pacaran dulu. Yang aku tulis, sudah kita plan, usia berapa kita beli rumah dan lain sebagainya. Yah meskipun sudah tidak bersama dia, namun target-target yang aku tulis perlahan tapi pasti sudah aku miliki. Mungkin pengaruh bawah sadar juga kali ya. Meskipun yang belum kesampaian juga ada sih.

Hemm hingga saat ini aja aku belum punya pandangan siapa istrtiku nanti. Setelah putus dg Astari, hatiku belum ada yang mengisi. Pernah sih, dikenalkan sama temenku yang di Elshinta Jakarta dulu. Dia minta langsung nikah 6 bulan lagi. Seorang dokter gigi, akhwat pula. Saat itu aku belum begitu menggubrisnya. Tapi setelah dapat dukungan dari orang tua, yang mengatakan “nikah itu adalah separo agama, jadi sehebat apapun seorang ulama kalo belum menikah ya diin nya belum genap, Lha wong separo saja belum!. Kalo bukan ulama seperti kita-kita , dimana hebatnya? Sekarang tinggal kamu aja sudah siap atau belum. Kalo sudah siap orang tua akan merestui dan menikahkan kok.”. Langsung deh, bersemangat!

Keesokan harinya aku mulai bertemu dg temenku itu dg bermaian ke rumahnya dan tanpa rencana pun sang wanita yang akan dikenalkan juga main kesana. Hanya hitungan detik aku melihat wajahnya. Wah cantiknyaaaa…. (kyk filmnya si encep ya.red). Tapi ternyata beberapa hari kemudian, temanku dengan berat hati mengatakan bahwa anaknya sudah ada yang melamar. Beliau minta maaf, karena aku nya yang terlalu lama. Calonnya adalah temen di pengajian juga. Ya sudahlah.. aku hanya tersenyum,  mungkin bukan jodohku.

Bukannya tanpa usaha, beberapa wanita yang menarik hatiku saat kuliah dulu aku list untuk menanyakan kabarnya siapa tau masih jomblo. hehe

Akupun mendekati salah seorang adek angkatanku. Dia akhwat berjilbab besar, cantik, smart dan solehah. Aku, Ibu dan adekku berkunjung ke tokonya untuk membeli baju muslim yang ia jual. Meskipun sebenarnya sih pengen liat mukanya.hehe
Tapi beberapa hari kemudian, temanku bercerita, “si ini udah nikah ya?”, “Oh ya?” Ak masih memasang muka penasaran dan biasa saja. Terus jawab temanku, “iya sama teman SMA nya, suaminya ikhwan juga dan sekarang ga pegang HP, mw nurut suami”. Hah?sebegitunya ya? *dalam hatiku..yah bukan jodoh lagi deh. Tersenyum aja deh 

Datang lagi seorang teman kuliahku dulu. Yah dulu sedikit ada rasa sih. Dia kerja di Bank sekarang. Cantik, tanpa kerudung. Tak pikir-pikir seriusin nda ya? Agak bimbang sih, tapi tak mantepin aja deh. Smsan, telp dan ketemuan. Yup! Boleh lah. Namun sebelum aku mengutarakan, ternyata dia mengabari bahwa tgl sekian dia mau lamaran. Dia minta maaf karena aku juga yang terlalu lama sih. *hehe tersenyum lagi saja deh.. bukan jodoh.

Hari demi hari aku lewati dengan kesibukan pekerjaan dan bisnisku. Lalu hadir kembali seorang teman ku yang aku kenal saat aku di Jakarta dulu. Kerja jadi CS di sebuah provider di Tasik Malaya dan sekarang di Bandung. Awalnya aku tidak begitu tertarik, tapi memang tresno jalaran soko kulino, lama2 aku terkesan dengan sikap ramahnya ke orang, sikap melayaninya, senyumannya, dan tentunya aku tertarik dengan hidupnya yang boleh dikatakan cukup keras untuk wanita seumurannya. Banyak sekali kesamaan yang aku miliki. Suka sama-sama kulineran, traveling, bisnis, foto-foto dan yang jelas sama-sama punya banyak pengalaman prihatin. Jadi yang jelas, pasti akan bisa mengimbangiku yang notabene, punya banyak kenalan, senang melayani, ramah, suka senyum dan senang berusaha alias males untuk manja. Yup sama-sama seorang sangunis.

Dia datang ke Purwokerto, kebetulan memang hari liburnya jatuh dihari yang sama. Yah ketemu ibu dan adek ku. Tapi sampai sekarang aku belum maen ketempatnya, (huft betapa sibuknya aku ini). Namun, ada beberapa hal yang memang membuat aku berpikir ulang. Dia mau hidup bersama kalo tinggal di Bandung, karena itulah impiannya.. Sekarang saja dia meneruskan kuliahnya di Bandung. Yah, mau gimana lagi aku menginginkan calon istri yang mau hidup bersama, dimanapun kotanya, karena kerjaanku pasti ada rotasi kalo ingin naik jabatan. Entahlah mungkin juga dia tidakcocok denganku yang masih belum begitu mapan? * dalam benak ku… ya sudahlah, tersenyum saja..  Jalani aja dulu..

Sekarang, perlahan keinginanku yang menggebu untuk menikah atau lebih tepatnya mencari calon istri perlahan menipis. Kemudian hilang. Sekarang hanya menjadi si kutu buku, si pekerja keras dan cerdas, si bisnisman, dan tentunya jadi si hobi’s..(halah maksa istilahnya,red) yup melakukan hobi-hobiku berolahraga, musik dan ngegame.

Terkadang, jujur aku merasa tidak nyaman dengan karakterku yang dianggep “cair” dengan lawan jenis. Aku merasa percaya diri saat berbicara dan mengungkapkan pendapat dalam forum apapun! Apakah ini kesombongan? aku berusaha untuk tidak menganggap berlebihan sebuah perhatian dan aku pikir semua perhatian, sikap dan cara bicaraku selalu SAMA dengan lawan jenis lainnya..Emmm… kalu kemudian mereka GR..itu urusan mereka kan? Mungkin karena aku juga yang merasa “aman” dan tidak mungkin terkena perasaan asing yang disebut “cinta” untuk saat ini?

Sekarang sih menjalani saja hidup ini, berdoa, menambah ilmu, ikhlas. Lalu Menyerahkan saja semuanya kepada skenario Alloh SWT. Karena Hanya DIA yang tau, seperti apa yang terbaik buat kita.

Aku seorang Sanguinis ternyata.


Sebelum mau tidur adek ku ngomong,”Tak kenal maka tak sayang. Tak kenal maka tak sukses”, lho kok bisa? Kataku. “Ya karena kalo kita tidak tau seperti apa diri kita, kita tidak tau mau dibawa kemana diri kita” (hemm, berasa lagu armada yaks…).hehe. Saya punya adek yang lagi seneng dengan pelajaran psikologi, singkat cerita dia ingin membuktikan buku yang dipelajarinya. Yah diriku jadi kelinci percobaannya.

Hasilnya, aku seorang sanguinis. Dia tanya, “mau tau sperti apa sifat dari orang sanguinis?”, yup kataku sambil tertawa. ;D

Orang sanguinis itu, Ramah , sangat suka bicara. Bisa bicara dengan topik apa aja. Penuh inspirasi, aktif, dengan kemampuan berbicara yang prima. Seorang sangunis dapat mempengaruhi orang lain agar percaya pada apa yang mereka katakan. Mereka bisa menjadi pembicara yang hebat sekaligus motivator yang menyenangkan, sebab mereka cenderung optimis. Suka menjadi pusat perhatian, suka pujian dan perhatian. Tetapi terkadang tidak disiplin dan pelupa. Kebutuhan mendasar mereka berupa pengakuan dan penghargaan, takut kehilangan popularitas atau kehilangan kawan.

“Bener kaaan?” Kata dia.. haha ya ya ya..jawabku sambil tertawa ambil menutup selimut untuk tidur.

“different isn’t always better but the best is always different”


Lama juga aku tidak memposting untuk blog ku ini, yah memang lagi tidak sempat. Sejak masuk di Kalbe farma menjadi tim promosi fatigon hydro akhir Juli kemarin,ak belum pernah merasakan libur Sabtu-Minggu, karena setiap akhir pekan pasti aku selalu melakukan promosi.

Bulan puasa sama demikian, Sampling selling ramadhan di beberapa super market, trs ngabuburit hydro di kampus-kampus, jalanan, lembaga pendidikan, sport center dll. Belum lagi, acara mudik dan hydro lebaran. Semua butuh kerja keras, untuk mendapatkan hasil yang optimal pikirku, jadi ya biasa saja.

Hujan, dingin, panas, badan pegal-pegal, dll sudah biasa bagiku sekarang. Bahkan ada yang sirik denganku sampai ngajak ribut, yah biarin aja lah, tak anggep itu pelajaran bagiku tak ambil positifnya saja.

Pada suatu saat, saat aku menyetir mobil sendiri malam takbir waktu itu, ak meneteskan air mata, mendengar kumandang takbir, aku masih kerja. Inget orang tua, tapi mau gimana lagi, aku bekerja juga untuk mereka, untuk masa depanku nantinya. Agak sedikit iri sih kadang, melihat teman-teman yang kerjanya santai-santai penghasilannya lebih banyak., tapi semua itu harus disyukuri karena ternyata masih banyak yang kurang beruntung dibandingkan aku.

Pepatah mengatakan sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sekuat-kuatnya tubuhku juga pasti akan sakit juga kalo kurang istirahat. Setelah bekerja tiga bulan akhirnya jatuh sakit juga.  Dengan sakit ini, semoga bisa meleburkan dosa-dosaku, dan akhirnya aku berfikir sebenarnya apa sih pentingnya kerja itu?

Pertanyaan menarik yang sering muncul dalam keseharian adalah, “Apakah kerja itu? Mengapa kita harus bekerja, dan bagaimana agar kerja kita memberi hasil?”
Ya seperti yang sudah kita ketahui bersama, kerja merupakan suatu usaha yang dilakukan sendiri maupun bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu bagi orang lain dan secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif bagi si pekerja itu sendiri. Kata kunci dari kerja disini adalah effort (Usaha). Jadi, ketika kita mengklaim bahwa kita bekerja, maka terlihat nyata adanya usaha untuk mewujudkan kerja tersebut.

Sukses dalam kerja bukan dilihat dari berapa banyak uang yang telah diperoleh. Sukses dalam kerja juga bukan dilihat dari seberapa tinggi jabatan yang telah dicapai. Jika bekerja semata-mata untuk uang atau jabatan, maka hal ini dikhawatirkan akan menurunkan nilai hidup yang kita jalani.

Sukses dalam bekerja berarti sukses menjalani apa yang sedang dikerjakan baik dalam suka maupun duka. Bukankah sukses itu merupakan sebuah perjalanan? Kesuksesan dimulai ketika kita memulai sesuatu dan menjalaninya dengan perbedaan. Kalo ngutip John sifonis mengatakan, “different isn’t always better but the best is always different”