Senin, Juni 21, 2010

Persembahan untuk Ibu



Disaat kita mengalami keterpurukan siapakah yang akan menolong pertama kali? Siapakah yang akan membantu sepenuh hati? Siapa yang akan membela mati-matian? Siapa yang akan mendengarkan curhatan, amukan dan kebencian kita tanpa membuka rahasia curhatan kita ke orang lain? Siapa yang memperhatikan kita tanpa pamrih ingin diperhatikan?

IBUKU. Seorang Ibu dengan 4 orang anak, yang tak kenal lelah dalam membesarkan anak-anaknya. Cucuran keringat, air mata, doanya telah sukses membesarkan anak-anaknya menjadi anak yang soleh-solehah. Hanya lulusan SMP, dan seorang ibu rumah tangga, tidak begitu mengerti bahasa asing ataupun politik yang diketahui beliau adalah mengaji al quran, pengajian, kumpul dg ibu-ibu PKK dan membuat makanan. Tetapi Saya bangga dan salut kepada beliau.

Betapa besarnya kasih seorang ibu. Cintanya yang dalam sudah ditanamkan sejak masih berada di dalam perutnya. Belaian lembut dari jemarinya melebihi sutra. Harapan dan kasih sayangnya melebihi rindunya seorang kekasih. Cinta Ibu begitu hebat hingga tak mampu untuk mengukurnya. Saya Bersyukur telah memiliki ibu yang selalu setia mendampingi setiap saat.

Aku suka melihat wajah ibu. Sering ku renung wajah tenang ibu. Ibu sering berbicara denganku walaupun aku masih belum dapat mengerti bait-bait kalimahnya. Saat ibu bercerita, aku curi-curi pandang matanya yang bersinar riang menterjemahkan kebahagiaan yang dikecapi. Lembut wajahnya memancarkan tawadhu di dalam limpahan kesyukuran. Garis-garis halus wajahnya melambangkan ketabahan, lunak suaranya penuh kasih sayang dalam ketegasan.

Ibu, maafkan anakmu yang selama ini dan sampai kapanpun tidak bisa membalas semua kebaikanmu, membalas semua jasa jasamu, membalas semua kasih sayangmu, walaupun pengabdianku hingga 100 tahun lamanya. Ibuku tersayang, maafkan semua salahku semoga suatu saat kita dapat bertemu dalam indahnya kasih Allah yang selalu terpancarkan. Aku berdoa semoga Ibu selalu bahagia dalam kedamaian dalam berkah Allah yang selalu disyukuri. Aku mencinta Ibu sepenuh hatiku, doaku selalu untuk Ibu tercinta. Dalam keheningan malam aku merindukan rumahku. Semoga Allah selalu memberikan kedamaian di dalamnya.

Aku tak tahu bagaimana cara membalas jasa-jasamu ibu. Aku ingin skali membuatmu tersenyum. Doakanlah aku menjadi orang yang sukses. Aku ingin kau bangga memiliki anak sepertiku. Satu keinginan yang selalu kau ucapkan saat aku kecil dulu adalah agar diriku menjadi seorang Ustadz yang bisa mendakwahkan agama Islam, berbagi kepada saudara-saudara yg tidak mampu, dan selalu berbuat baik. Aku akan berusaha. Mungkin karena hanya dengan inilah aku bisa membalas semua jasa-jasamu. Dan kelak aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang, Semua hanya untukmu ibu.

Mungkin jika kita ingin belajar sebuah kata bermakna ikhlas, maka lihatlah ibu dan ayah kita. Itulah ikhlas yang selama ini kita cari, ternyata ada setiap hari, setiap waktu namun kita tak pernah menyadarinya. Ibu... muara segala peluhku,Terimakasih pada Allahku yang telah mencipatakan sebaik-baik wanita bernama ibu...

Jika kita masih ingin berharap Allah membantu segala usaha kita, maka banyak-banyak berbakti kepada kedua orang tua kita, terutama sekali ibu kita. Kita mesti mencari peluang untuk dapat menyenangkan hati ibu kita. Dengan sedikit atau banyak perbuatan yang dapat membahagiakan ibu kita maka akan sangat baik bagi kita. Ibu adalah pintu keridhaan Allah kepada kita. Ibu adalah sungai yang dengan air cintanya dapat memudahkan jalan hidup kita. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Maka dari itu selagi masih ada kesempatan jangan sia-siakan peluang itu. Selagi ibu kita masih hidup maka segeralah ambil tindakan untuk menyenangkan hatinya. Jangan sampai kita menyesal. Penyesalan tak ada gunanya. Yang terbaik adalah lakukan sekarang. Pulang dan segera raih kesempatan itu. Cium tangan ibu kita dan minta restunya.

* Utk Ibu tercinta di Purwokerto, salam dari anak laki-lakimu di jakarta yg selalu merindukanmu. Semoga aku dikaruniakan keizinan dan kekuatan untuk memenuhi harapanmu, wahai ibu yang mulia. I love u mom..

Uang dan manusia



Setelah menonton Koi ni Ochitara, ada kalimat yang membuat Saya sedikit mati kutu :
Good faith, sincerity. All good.But how do you judge whether someone is sincere or not?
It's your consciousness that judges if someone is sincere. Even if it's same sincerity, today you might feel as if it exists, and tomorrow it might not People's consciousness is something like that...But money is different...Money is same to everyone...Money does not betray people...The one that betrays... is people's heart.
so pilih mana? percaya ama uang atau manusia?

Apa yang telah uang lakukan pada kehidupan manusia? Apa yang telah manusia lakukan demi uang? Apa posisi yang diberikan manusia pada uang?

Ya mau tidak mau kita berpikir kenapa orang jaman sekarang mencari uang dg berbagai cara? Uang dianggap segala-galanya, tanpa uang anda tidak bisa apa-apa. Contoh kecil, jika anda ingin bekerja terkadang uang ikut ambil bagian (sogok.red), Ingin menjadi Pejabat, memenangkan tender dll. Bahkan yang membuat miris, orang akan lebih menghormati kepada orang yang memiliki uang bukan kepada orang yg taat agamanya. Banyak gadis yang mau menjualkan keperawanannya demi uang, dan para wanita pasti akan lebih memilih laki-laki yang banyak memiliki uang bukan?(cewe matre..ke laut aje.red)

Manusia tidak peduli hidupnya berantakan dan tidak nikmat asalkan punya uang. Manusia tidak bahagia tanpa uang, manusia belum merasa manusia tanpa uang, manusia cinta akan uang, dan manusia menderita tanpanya. Bekerja 24 jam demi uang, dg mengabaikan kebersamaan bersama keluarga?

Segalanya diukur berdasarkan uang. Kenikmatan, kemakmuran, kesenangan, dan kemanusiaan. Segalanya.
Karena itu kemanusiaan tidak ada harganya lagi di mata uang. Karena segalanya dapat dinilai dan digantikan dengan uang, segalanya dapat dibeli menggunakan uang. Akhirnya bukan hanya kebahagiaan diri sendiri yang tidak dipedulikan demi uang, juga kebahagiaan orang lain.

Drs. I Ketut Wiana, M.Ag (Ketua Sabha Walaka - Parisada Pusat 2006-2011) menuliskan hubungan manusia dengan uang bagaikan hubungan antara air dan perahu. Tanpa ada air perahu tak bisa berlayar. Tapi perahu berlayar bukan mencari air, tapi méncapai pantai tujuan. Kalau perahu salah caranya berlayar, justru air itulah yang menenggelamkan perahu. Penumpang dan barang yang ada dalam perahu pun ikut tenggelam dan rusak karena air.

Uang memang penting, namun bukan hal yg segala-galanya. Meraih dengan cara yang tidak terpuji, menghalalkan segala cara. Cari lah uang dengan cara yang baik, percayalah bahwa rajeki itu bukan hanya uang.
Anda dan keluarga sehat saja sudah merupakan rejeki yang sangat tidak ternilai harganya. bayangkan jika sakit, sudah tidak enak dibadan, eh tidak enak juga di dompet, ya kan?

Memiliki banyak uang dapat menjadi seperti obat Hal ini dapat membuat Anda merasa kuat dan pusing. Dapat meyakinkan Anda bahwa semuanya akan baik-baik saja. Uang adalah tentang cinta dan hubungan. Memiliki kekuatan luar biasa untuk membawa orang bersama-sama dan juga air mata mereka terpisah. Anda tidak dapat melarikan diri uang. Jika anda menjalankan dari itu, ia akan mengejar Anda dan menangkap Anda.

Terakhir Saya jadi ingat tulisan yg baca belum lama ini yakni nasihat orang terkaya ke 2 di dunia,Warren Buffet untuk anak-anak muda: “Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja. Jangan memakai merk, pakailah yang benar-benar nyaman untukmu. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.

“Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur.”

Selamat mencari uang. :)

Tersenyumlah maka kesuksesan akan lebih mudah tercapai



Disadari atau tidak, semakin bertambahnya umur kita senyuman sepertinya hal mahal. Bertambahnya masalah yang datang, membuat alasan utama, terlebih masalah ini menambah beban yang berat untuk kita.

Tulisan ini Saya buat sebagai pengingat diri Saya sendiri dan mungkin untuk pembaca yang mengalami hal yang sama. Beberapa waktu yang lalu beberapa sahabat saya mengirimkan sms yg berisi " kemana wajah ceria, tertawa dan tersenyummu? apakah sudah hilang dg masalah yang datang? yang sesungguhnya bisa km atasi mar? Mana jiwa motivatormu?"

Selama di Purwokerto, bisa dikatakan tidak pernah sepertinya Saya memikul beban yang boleh Saya katakan berat, namun dimata orang lain sebenarnya saya mampu. Iya juga sih, ada apa dengan saya ini? hilang ide-ide brilian yg gila, wajah ceria, dll. Terlebih Saya sadar dengan kata-kata teman, "kowe iki kenopo? moso masalah cewe aja begitu bgt dipikirkan? kowe berubah mar, dulu kehilangan cewe biasa aja dan seneng-seneng aja, jadi terganggu tuh kegiatanmu yang lain".

Akhirnya Saya sadar, Kenapa saya harus buang waktu sia-sia begitu saja, masih banyak impian yang ingin saya dapatkan. Kalo jadi ingin orang yg beruntung haruslah melakukan persiapannya. Karena kata Einstein, Keberuntungan adalah bertemunya kesempetan dan kesiapan. 1 persen ide, dan 99 persen adalah kerja keras kesusksesan akan diraih. Jadi? apa yang akan diperbuat?

Pertama adalah Lupakan masalah yang ada sekarang. Tanggapi dengan pikiran positif. Jangan terlalu berkutat dengan masalah tersebut sehingga mengganggu kegiatan yang lainnya. Kedua, Tulislah target impian. Dengan jelas dan pasti kapan target itu akan dicapai.
Ketiga, latihan, latihan, latihan!! latih semua kemampuan yang harus dimiliki untuk meraih target tsb. Keempat, Berdoa, serahkan kepada yang diatas, sehingga kita ikhlas dengan hasil yang dicapainya. Kelima, mohon restu dari orang tua, saudara-saudara kita, semakin banyak doa, akan membantu. Keenam, Hipnotis diri sendiri menjadi orang yang percaya diri. gestur tubuh kita akan menunjukan, apakah kita orang yg percaya diri atau bukan, dari berjalan, posisi duduk dll.

Pertanyaannya apakah ada hubungannya antara tersenyum dan tertawa dengan meraih target / impian kita? apakah akan lebih mudah jika kita tersenyum?

Dari riset psikolog Alice M. Isen, Ph.D., dari Cornell University menyimpulkan, mereka yang banyak menonton film komedi mampu secara lebih baik menemukan solusi kreatif dalam memecahkan soal-soal 'puzzle'. Sedang studi yang dilakukan William Fry, M.D., profesor dari Stanford University, menunjukkan bahwa tertawa meningkatkan detak jantung dan memperbaiki sirkulasi di jaringan otot yang membantu perjalanan nutrisi-nutrisi dan oksigen ke dalam jaringan tubuh. ditambahkan Joan Coggin, M.D., seorang kardiolog di University School of Medicine, Loma Linda, Amerika Serikat menjelaskan, tertawa memberikan relaksasi dan mengurangi stres.

Ditambahkan dari berbagai sumber menyebutkan beberapa manfaat dari senyum itu sendiri. Senyum membuat diri kita lebih menarik. Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yang selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman.
* Senyum mengubah perasaan. Jika sedang sedih, cobalah tersenyum. * Senyum menular. Ketikan seseorang tersenyum, Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia * Senyum menghilangkan stres. * Senyum meningkatkan imunitas. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum * Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.
* Senyum membuat Anda kelihatan sukses. Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik. * Senyum membuat orang berpikir positif. Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saar tersenyu,, tubuh menerimanya sebagai anugrah.

Jadi dengan demikian, boleh disimpulkan bahwa senyum dan tertawa bisa lebih mendekatkan akan target atau impian yang ingin kita raih bukan? :) Jadi tunggu apalagi?

** Terima kasih utk sahabat-sahabatku yang telah meningatkan. Semoga Alloh memberkati.

Sabtu, Juni 19, 2010

Inilah tambahan Bukti KPU pemilu 2009 tidak independen




Jejak Anas Urbaningrum terulang. Anggota KPU Andi Nurpati menjadi pengurus Partai Demokrat. Memang tidak ada larangan, tapi tindakan ini telah melangkahi makna independen. Sekadar petunjuk tambahan, KPU tidak netral pada Pemilu 2009 lalu.

Setelah Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mengumumkan susunan pengurus DPP PD, Kamis (17/6/2010), beberapa aktivis pemantau pemilu dan pengamat pemilu, geram. Mereka kecewa dan marah mendengar anggota KPU, Andi Nurpati, masuk dalam jajaran DPP PD.

Para pemantau dan pengamat pemilu sudah menyimpulkan, kelemahan menonjol dari KPU Pemilu 2009 adalah gampangnya lembaga ini diintervensi pihak luar, baik partai politik, pemerintah, maupun organisasi masyarakat. KPU 2009 sesungguhnya tidak mandiri dalam menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara pemilu sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 22E ayat (5) UUD 1945.

Banyak bukti yang bisa ditunjukkan, mulai dari keterlibatan dalam penyelesaian
kekisruhan Pilkada Maluku Utara, jadwal kampanye yang disesuaikan dengan kunjungan presiden, kedatangan Ketua KPU ke TPS Cikeas, pengubahan hasil penghitungan suara, hingga kebijakan yang berubah-ubah dalam menangani Pilkada Toli-toli belakangan ini.

Namun, mereka tidak mengira, bahwa ketidakindependenan KPU tersebut dilanjutkan dalam bentuk wadag: anggota KPU masuk dalam pengurus partai politik, seperti dilakukan Andi Nurpati. Sebab, apa yang dilakukan oleh Anas Urbaningrum pasca-Pemilu 2004, sesungguhnya telah menuai kritik tajam. Tentu para (calon) anggota KPU periode berikutnya telah menyadari hal itu.

Artinya, jika dari awal menyadari bahwa dirinya tidak mampu membendung libido politik untuk berpartai, maka seharusnya mereka tidak perlu menjadi anggota KPU. Apalagi mempunyai pikiran menempatkan KPU sebagai batu loncatan untuk menjadi pengurus partai (sebagimana dilakukan Anas Urbaningrum) atau menjadi pejabat publik (sebagimana terjadi pada Hamid Awaludin).

Dua kasus itulah yang melatarbelakangi lahirnya ketentuan persyaratan menjadi anggota KPU sebagaimana diatur dalam UU No 22/2007. Pasal 11 huruf a menyatakan, bahwa syarat menjadi anggota KPU adalah, “bersedia tidak menduduki jabatan di pemerintah dan BUMN dan BUMD selama masa keanggotaan.”

Sedang Pasal 11 huruf i menyatakan, “tidak pernah menjadi anggota partai politik yang dinyatakan dalam surat pernyataan yang sah atau sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 5 tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus partai politik yang bersangkutan.”

Memang pasal itu hanya menyaratkan (calon) anggota KPU bukan berasal dari partai politik. Pasal itu tidak bicara, larangan anggota KPU atau mantan anggota KPU untuk menjadi partai politik. Namun teks itu harus dimaknai bahwa anggota KPU tidak boleh menjadi anggota partai politik baik sebelum maupun sesudah.

Jika sebelum menjadi anggota KPU telah menjadi anggota partai politik, maka dia tidak mungkin melepaskan dirinya dari kepentingan partai politiknya dalam proses penyelenggaraan pemilu. Sebaliknya, jika sesudah menjadi anggota KPU diperbolehkan menjadi anggota partai politik, maka anggota tersebut akan cenderung membela kepentingan partai politik yang hendak dimasukinya.

Hakekat ketentuan Pasal 11 UU No 22/2007 itulah yang diakali oleh Andi Nurpati. Sesungguhnya dia paham hakekatnya, tetapi pura-pura tidak paham, karena dia sadar dirinya sedang bermain politik. Sekali lagi, inilah cara mengakali teks undang-undang, sebuah kecerdasan politisi kita yang tiada tanding.

Kasus Andi menjadi PR buat para perancang Perubahan UU No 22/2007, bahwa persyaratan, pembatasan dan pelarangan (calon) anggota KPU memang harus jelas, sejelas-jelasnya, agar tidak dimainkan oleh orang-orang yang berlagak independen, namun sesungguhnya naluri berpartainya sangat tinggi.

* tulisan opini dari rekan wartawan mas Didik Supriyanto: wartawan detikcom.