Dua tahun berturut turut kosan Saya terkena banjir. Dan SMS/BBM atau media social lainnya menanyakan kabar bagaimana banjir disana. Begitupun sebaliknya Saya mulai menanyakan kabar kawan-kawan yang terkena banjir, “bagaimana keadaaan disana? Terkena banjir? Sudah surut belum? Sabar ya?”. Itulah yang terjadi disetiap bulan Januari dan Februari, setiap tahunnya.
Berita di semua media memberitakan Jakarta dikepung banjir. Bahkan kalo keluarga yang baru pertama kalinya terkena banjir biasanya agak stress namun kalo yang sudah biasa, setiap januari sudah stok makanan banyak, barang dinaikan bahkan kadang sudah mengungsikan keluarganya ketempat yang lebih aman.
Kalo Saya jadi Presidennya, Pertama, Saya akan lakukan beberapa tahapan pembangunan di Jakarta. Belajar dari Belanda dimana negara tersebut lebih rendah dibawah permukaan laut, tapi dengan teknologi bisa jauh lebih aman.
Kedua, Saya akan suruh tim kementrian kehutanan untuk melakukan reboisasi menghijaukan kembali dan mengembalikan tanah resapan di Jakarta dan sekitarnya Bukan hanya di Jakarta namun juga didaerah jabar khususnya didaerah Bogor.
Ketiga, Bekerja sama dengan Kementrian Perumahan rakyat, Untuk memulai membangun perumahan vertical bukan horizontal sehingga luas tanah untuk penyerapan airnya lebih banyak. Apartemen/ rumah susun yang murah harus diberikan kepada rakyat dan mulai membangun ruang-ruang hijau.
Keempat, ajak semua artis dan media baik TV Radio Sosmed untuk mengkampanyekan pentingnya kebersihan, buang sampah yang benar, dan denda yang tinggi seperti yang dilakukan oleh Singapore. Sehingga sungai bersih, tidak tersumbat, dan menyiapkan dana untuk tempat sampahnya yang dipasang disetiap RT dengan jarak yang dekat.
Kelima, Pembangunan yang lebih banyak kanal-kanal untuk membuat saluran penampungan air, dan saat musim kemarau kanal-kanal tersebut digunakan untuk tempat pariwisata, Pasar apung dan lain sebagainya. Bekerja sama dengan kementrian pariwisata serta media untuk membuat acara di tempat-tempat tersebut dengan biaya sewa tempat free hanya cukup membayar uang kebersihan saja kepada team kebersihan yang telah disediakan sehingga menjadi wisata yang baru (ruang hijau)
Itu ide, itu solusi jadi jangan hanya menyalahkan pemimpinnya saja, we need solution generation. Jika pembangunan tersebut dilakukan Saya Yakin Indonesia khususnya Ibu kota Jakarta akan jauh lebih indah, lebih nyaman dan bebas banjir meskipun memang pembangunan memakan waktu yang lama dan biaya yang cukup tinggi. Tapi itu semua investasi dimasa depan :)