
Sabtu, 19 Maret 2011 Keluargaku mau bertemu dengan keluarganya rendani untuk membicarakan hubungan anak-anaknya ke jenjang yang lebih serius yakni menikah. Awalnya sempat berpikir baerkali-kali, Siapkah? tapi setelah banyak masukan, Saya Yakin Saja.
Ngomongin usia, usia 20-an adalah usia yang saya rasa full of energy. Baik dari semangat maupun tenaga. Maka tidak heran apabila kalangan medis menyebutkan bahwa usia terbaik untuk bereproduksi adalah pada usia 20-an. Pada usia ini, kemungkinan melahirkan anak yang sehat dan normal adalah paling besar. Diluar usia ini, kemungkinan anak lahir cacat, keguguran, dlsb lebih tinggi. Selain itu, kondisi ibu berada pada usia yang paling prima untuk hamil dan melahirkan. Sehingga berbagai macam komplikasi yang terjadi selama kehamilan maupun persalinan bisa diminimalkan.
Selain itu, dari sisi motivasi hidup, bekerja dan meraih prestasi berada pada level paling atas. Mungkin karena pada usia ini persoalan hidup dan tingkat stress belum begitu terakumulasi. Hingga apapun yang dilakukan, bebannya akan dirasa lebih ringan karena belum terlalu terkontaminasi masalah lain.
Menikah muda memang bukan tanpa masalah. Apalagi kalau bukan karena ego masing-masing yang masih tinggi. Emosi yang masih meledak-ledak, yang kadangkala merusak pikiran jernih dan akal sehat. Usia yang sering over ekspresi. Namun jika fase-fase itu telah terlewati, dan kedua belah pihak terus berusaha memperbaiki diri dengan tetap berpegang teguh pada komitmen, Insya Allah “Setelah kesulitan itu akan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah)
Saya juga merasa, dengan menikah, usia muda saya lebih banyak diselamatkan. Selamat dari penghamburan waktu dan uang. Yang biasanya dilakukan lajang-lajang ketika week-end. Kalau sudah berkeluarga kan mikir dua kali. Lebih baik spent money and time with family sajah…jauh lebih bermanfaat dan lebih bertanggung jawab. Selamat dari syahwat yang tidak halal. Ini dia. Dengan menikah, pahala justru banyak dipanen dari sini.
Lalu apa itu menikah? Menikah adalah persatuan dua manusia pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan,minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?! MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan selalu yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Terdengar indah memang, tapi kenyataanya?! Harus ada "Komunikasi dua arah',' Ada kepekaan mendengar kritik','Ada keikhlasan meminta maaf','Ada ketulusan melupakan kesalahan','dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat. MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh.
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.
MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana bisa memahami orang lain?. Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup..?.
MENIKAH sangat mematuhkan keberanian tingkat tinggi,toleransi sedalam samudera, serta jiwa besar untuk 'Menerima'dan 'Memaafkan'. Menikah mematuhkan sebuah kelapangan jiwa untuk menggabungkan ku dan kamu menjadi kita..., Kesalahan terbesar kita dalam memilih pasangan adalah kita lebih mementingkan dengan siapa kita menikah bukan seperti apa orang yang akan kita nikahi. Kita lebih melihat dari "xxx".orang tersebut bukan kualitas dari seseorang...!
Jadi? Siapa takut untuk menikah mudaa... Sssttt... Pak Sanang ayo pak, cepet lamar anaknya..jangan lama-lama..Pak Karjono ayo pak langsungkan saja pernikahannya....(hahaha Curhat Pribadi.red)
Terus untuk teman dan sahabat-sahabatku yang Ragu untuk menikah, AYO buruan menikah..hahaha