Untuk karir alhamdulillah dipermudah dan dilancarkan. Meskipun memang untuk mendapatkan hal tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan. Tidak ada makan siang gratis kalo kata pepatah. Apa yang kita inginkan, apa yang kita impikan, selama kita masih percaya utk mendapatkannya dan mau untuk berusaha, pasti imposibble is nothing alias kamu akan mendapatkannya. Perlu digaris bawahi kata ibuku, kita ini diciptakan sebagai seorang pemenang. Terbukti dari penciptaan kita hanya ada 1 Sperma saja yang bisa mencapai induk telur dari berjuta-juta sprema. Oleh karena itu, kalo kita TIDAK memiliki jiwa untuk selalu menjadi seorang pemenang, wah bisa ditanyakan, apa mungkin kita hasil kloningan?? Hehe YUP!! GO amar..Go amar..Chayooo...:P
Memasuki tahun 2011 pula, Orang tuaku selalu menyuruh anak laki satu-satunya ini untuk mencari pasangan hidup. Namun sayang aku masih males, belum terpikirkan sama sekali. Pikirku, dari pada pacaran, ndeketin satu ke yang lain belum tentu dapet malah menghabiskan waktu dan uang. Mendingan buat beli macem-macem aja, kalo pun nyari ya yang serius buat nikah aja lah. Akan tetapi tidak mudah juga untuk mendapatkan hal tersebut. Ada wanita yang sudah siap nikah, tapi akunya yang tidak sreg. Ada yang sedikit sreg, tapi tidak mau diajak serius (alias, akunya ditolak), ada yang yah lumayan sreg, mau diajak serius, tapi orang tua kurang setuju. Ya sudahlah, dapat jodoh syukur, tidak juga tidak apa-apa pikirku hampir menyerah...
Pertengahan Februari 2011, saat tengah malam aku membuka Facebook. Tiba-tiba di NEWS FEED paling atas ada update dari tetanggaku yang sedang kuliah di Jakarta menuliskan statusnya sedang pindahan kosan. Biasanya kalo sdh malem itu aku males sekali untuk menuliskan komentar. Berawal dari situlah aku mendapatkan pin dari anak tsb dan mulailah kita untuk ber BBM ria. Mengutip dari sebuah iklan, “Berawal dari ngobrol enak”, aku pun merasa nyaman dan nyambung.
Singkat cerita, tanggal 20 Februari kami pun memulai hubungan Long Distnace Relationship alias LDR, hanya by bbm, phone, sms. Tertawa, tersenyum, bahkan guling-guling kalo sedang ngobrol berlangsung selama kurang lebih hampir satu bulan. 11 Maret 2011, akhirnya kita bertemu. Satu minggu bersama, ngobrol, jalan-jalan, makan tentunya kitalakukan. Memang benar kata pepatah, klo lagi fall in lope, dunia serasa milik berdua.
Setelah dipikir-pikir, lucu juga Meskipun kita bertetangga, tapi kita tidak saling mengenal satu sama lain, dan akhirnya kita berhubungan. Banyak sekali perbedaan, Aku senang ketemu orang dan jalan-jalan, dia kurang. Aku suka sekali tomat, dia tidak. Dia suka sekali makan ikan, aku tidak dll... Akan tetapi itu bukan penghalang. Bukankah Pasangan itu melleburkan “AKU dan KAMU menjadi KITA?”