Selasa, Agustus 21, 2012

Kenapa harus takut??

For my best friend, mempunyai seorang anak adalah rejeki yang tidak bernilai harganya meskipun dinilai dengan materi. Selama Saya menjalani seorang marketing yang harus berkeliling Indonesia, berkesempatan belajar dg bertemu banyak orang. Dari situ Saya sadar bahwa anak itu ternyata banyak sekali ditunggu. Ada yang 10 thn pernikahan blm mendapatkan momongan, bahakan yang lebih parah ada yang bercerai karena tidak dikaruniai momongan. Seorang anak yang dititpkan TUhan kepada kita, sudah tentu kita sudah dianggap mampu untuk dititipi anak tersebut. Anak tersebut sudah ada rejekinya masing-masing. Rejeki anak itu bisa melalui orang tuanya, ataupun melalui hal yang lain, itu kata Ustad Yususf mansyur. Percayakah? Saya percaya karena Saya telah membuktikannya. Saat Menikah dulu Saya hanya biasa saja. Istri Hamil, Saya diangkat karyawan tetap. Kemudian kehamilan makin besar, Saya pindah dicabang yang besar. Dan tepat 5 hari setelah anak Saya lahir, Saya panel untuk ditempatkan di Pusat. Otomatis pengeluaran yang cukup banyakpun, Alhamdulillah bisa tercukupi. Saya Cuma bisa mengingatkan bahwa anak itu pembawa rejeki. Tuhan memberikan kepercayaan kepada kita untuk kita rawat, didik, diberikan kasih saying, bukan tanpa alas an. Tuhan memberikan tanggung jawab yang besar kelak di akhirat nanti. Doa dari anak yang soleh/ solehah bisa menjadai pertolongan kita. Setiap manusia sudah ditentukan garis hidupnya, sudah ditentukan takdirnya, lahir, rejeki, sampai kembali lg kepada sang khalik. Setiap anak jg diciptakan karakter dan sifat yang berbeda akan menjadi apa tergantung apa yang diajarkannya, dilihatnya dll. Tulisan ini juga bukan hanya untuk Sahabat Baikku, namun juga untuk para istri yang takut sekai dititipi anak yang kedua, ketiga, keempat dst. Termasuk istri Saya sendiri. :) Orang yang takut, adalah orang yg tidak berimandan tidak bertakwa, kata sebuah tulisan di novel cinta suci zaharana. Saya Yakin semua memiliki pengalaman yang sama, pengalaman yang meng”iyakan” bahwa anak pembawa rejeki. Merasakan dan akan mengerti arti ANUGRAH. Sebuah anugrah sendiri tidak akan didapatkan dengan Cuma-Cuma. Banyak pengorbanan, dan banyak ilmu yang bisa didapatkan. Ilmu batiniyah yang akan memperkaya jiwa. Semoga bermanfaat.